Yamaha Mio S

Cara Mengelola Penyakit Diabetes

  Rabu, 14 November 2018   Fathia Uqimul Haq
Ilustrasi Sehat

BELGIA, AYOBANDUNG.COM--Hari Diabetes Dunia yang merupakan kampanye kesadaran diabetes terbesar di dunia diciptakan tahun 1991 oleh International Diabetes Federation (IDF) dan Organisasi Kesehatan Dunia. Kampanye tersebut dilakukan sebagai tanggapan atas kekhawatiran yang berkembang tentang meningkatnya ancaman kesehatan yang ditimbulkan diabetes.

Hari Diabetes Sedunia diresmikan tahun 2006 dengan dikeluarkannya Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa 61/225.

Hari Diabetes Sedunia diperingati setiap 14 November, bertepatan dengan ulang tahun Sir Frederick Banting, yang ikut menemukan insulin bersama dengan Charles Best pada tahun 1922.

Dalam penelitian yang dilakukan IDF Atlas pada 2017, Indonesia menduduki peringkat ke-6 dunia diabetesi terbesar, dengan10,3 juta jiwa penderita. Angka tersebut diprediksi terus meningkat hingga 16,7 juta pada 2045.

Beberapa tahun terakhir, usia penderita diabetes semakin muda, khususnya penderita diabetes tipe dua. Diabetes bahkan sudah dialami anak-anak, remaja, dan kalangan usia di bawah 30 tahun.

AYO BACA : 15 Makanan Terbaik untuk Penderita Diabetes

Berdasarkan data Riskesdas 2013, 90 % dari total kasus diabetes merupakan diabetes tipe dua.

Diabetes tipe dua disebabkan oleh resistensi insulin, yaitu meski insulinnya cukup tetapi tidak bekerja dengan baik dalam mengontrol kadar gula darah. Sementara itu, diabetes tipe satu disebabkan oleh kerusakan pankreas sehingga produksi insulin berkurang.

Diabetes adalah penyebab utama dari serangan jantung, strok, kebutaan, gagal ginjal, dan amputasi.

Faktor risiko untuk diabetes tipe dua adalah obesitas, makanan yang tidak sehat, kurang olahraga, keturunan, dan tekanan darah tinggi.

Meski begitu, penderita diabetes dapat hidup lama dan sehat dengan manajemen diabetes yang baik. Tidak hanya mengelola glukosa darah (glikemia) tetapi juga faktor risiko komplikasi seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi.

AYO BACA : Pilihan Aktivitas Fisik Bagi penderita Diabetes

Hal itu dapat dikelola dengan diet sehat, aktivitas fisik teratur, dan penggunaan obat yang benar sesuai ketentuan penyedia layanan kesehatan.

Penderita diabetes tipe satu membutuhkan perawatan insulin setiap hari, pemantauan glukosa darah secara teratur, diet sehat, dan gaya hidup. Upaya tersebut mengelola kondisi mereka secara efektif untuk menunda atau menghindari banyak komplikasi yang terkait dengan diabetes.

Landasan manajemen diabetes tipe dua adalah diet sehat, peningkatan aktivitas fisik, dan menjaga berat badan yang sehat.

Obat oral dan insulin juga sering diberikan untuk membantu mengontrol kadar glukosa darah. Diet sehat untuk penderita diabetes termasuk mengurangi jumlah kalori pada orang yang kelebihan berat badan, mengganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh, makan serat makanan, serta menghindari penggunaan tembakau, alkohol berlebihan, dan tambahan gula.

Aktivitas fisik paling efektif bila mencakup kombinasi latihan aerobik misalnya joging, berenang, bersepeda, dan latihan ketahanan. 

Bagi penderita diabetes tipe satu, suplai insulin berkualitas tinggi yang tidak terganggu sangat penting untuk kelangsungan hidup. Insulin short-acting dan long-acting reguler harus tersedia untuk semua orang di seluruh bagian dunia.

Sayangnya, ini tidak terjadi di banyak negara. Persediaan dan ketersediaan peralatan injeksi dan pemantauan yang lengkap bahkan lebih rendah. Biaya suplai glukosa darah bahkan sering melebihi biaya insulin, terutama di beberapa negara miskin. 

AYO BACA : Gaya Hidup Ini Mencegah Risiko Diabetes

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar