Yamaha Mio S

Hari Diabetes Internasional, Kenali Diabetes Sejak Dini

  Rabu, 14 November 2018   Fathia Uqimul Haq
Hari Diabetes Internasional.(Wikipedia)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Sebanyak empat dari lima orangtua mengalami kesulitan mengenali tanda-tanda peringatan diabetes menurut penelitian International Diabetes Federation (IDF) yang baru dirilis untuk Hari Diabetes Internasional, Rabu ( 14/11/2018). 

Untuk menandai bulan akan sadar diabetes, IDF mendorong keluarga untuk mempelajari lebih lanjut tentang tanda-tanda  diabetes. Penelitian baru dari IDF menemukan orangtua akan berjuang menemukan penyakit diabetes ini pada anak-anak mereka sendiri. 

Meskipun sebagian besar orang yang disurvei memiliki anggota keluarga dengan diabetes, empat dari lima orangtua mengalami kesulitan mengenali tanda-tandanya. Satu dari tiga orang bahkan tidak akan melihat tanda tersebut sama sekali. 

Temuan ini menggarisbawahi perlunya pendidikan dan kesadaran untuk melihat tanda penyakit diabetes sejak dini.

AYO BACA : 15 Makanan Terbaik untuk Penderita Diabetes

Tanda-tanda peringatan dapat meliputi haus yang berlebihan, sering buang air kecil, kurangnya energi, penglihatan kabur, luka penyembuhan lambat, dan mati rasa di kaki atau tangan.

Julieta Laudani, seorang ibu dari Argentina, setuju diabetes sulit diketahui. Dia menemukan putrinya, Fran, menderita diabetes tipe 1 di  usia 18 bulan saat ia harus mengganti popok sampai delapan kali.  Seperti banyak orangtua, Julieta tidak mengira bayi bisa terkena penyakit itu. Bahkan staf medis menganggap Fran punya infeksi saluran kencing.

“Fran sadar, dia bahkan tidak mengalami dehidrasi atau apa pun. Kami benar-benar tidak tahu diabetes bisa hadir pada anak-anak kecil sekalipun. Kami tahu orang dewasa bisa mendapatkannya, orang tua misalnya," ujarnya. 

Menurut IDF yang meningatkan pada Hari Diabetes Internasional ini, kurangnya pengetahuan tentang diabetes ketika melihat tanda-tanda peringatan bukan hanya masalah bagi orangtua, tetapi merupakan masalah yang berdampak pada masyarakat. Buktinya, empat dari lima orang dewasa di seluruh dunia gagal mengidentifikasi  tanda-tanda peringatan diabetes dalam studi IDF. 

AYO BACA : Diabetes Jadi Penyakit Kelima Terbanyak, Warga Bandung Dianjurkan untuk Ini

Diabetes dapat menyebabkan komplikasi ketika tidak dikelola. Penderita bisa mengalami kebutaan, amputasi, gagal ginjal, serangan jantung, dan stroke. Diabetes bertanggung jawab atas 4 juta kematian pada 2017.

Presiden IDF, Nam H. Cho mengatakan semua orang sangat penting untuk belajar mengidentifikasi tanda-tanda peringatan diabetes. 

"Sedihnya, diabetes dapat dengan mudah dilewatkan atau disalahartikan dan ini membuat orang, baik anak-anak atau orang dewasa  rentan terhadap konsekuensi serius," jelasnya.

Diabetes bisa menjadi penyakit yang mengancam jiwa. Dia bisa menghancurkan jika tidak ditangani secara dini dan dikelola dengan tepat. Peningkatan diabetes  terutama tipe dua, yang sebagian besar dapat dicegah, bisa dihentikan jika orang tahu  bahwa itu tanda-tanda peringatan. Sehingga mereka dapat mengubah gaya hidup yang lebih sehat atau, jika perlu, mencari pengobatan. 

"Bagi banyak orang, terutama di negara-negara berkembang,  diabetes tipe 2 didiagnosis terlambat ketika komplikasi sudah ada. Ini tidak dapat diterima dan perlu ditangani sebagai masalah yang mendesak," kata Nam. 

Momentum Hari Diabetes Internasional, IDF menguji pengetahuan diabetes masyarakat dengan belajar lebih banyak melalui penilaian kesadaran yang tersedia online di discoverdiabetes.idf.org.

AYO BACA : Hal yang Perlu Diketahui soal Diabetes Kehamilan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar