Yamaha Lexi

Iran, Indonesia di Tengah Pengaruh Budaya Barat

  Senin, 12 November 2018   Rizma Riyandi
USA vs Iran (youtube.com)

Masyarakat dunia harus menanti tiga sampai enam bulan untuk melihat dampak embargo AS terhadap Iran. Embargo itu mencakup larangan pembelian minyak Iran dan turunannya seperti  transaksi perbankan, asuransi dan pengiriman atau pengapalan.

Embargo minyak akan mengurangi pendapatan ekspor Iran hingga 80% dari total pendapatan luar negeri, sebelumnya penjualan minyak sudah menurun hingga 40%.  Iran merupakan eksportir ketiga terbesar di dunia dengan 2,6 juta barrel per hari. 

Embargo akan mengurangi investasi asing pada sektor migas, memperlemah kemampuan membeli kebutuhan pokok seperti obat-obatan yang harus diimpor. Pertamina disebut juga akan menunda negosiasi dengan Iran.

Presiden Donald Trump berkilah pengenaan embargo disebabkan Teheran tidak mematuhi kesepakatan dalam perjanjian Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) yang dibuat tahun 2015.  Lima negara penandatangan Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China mengecam pengunduran diri AS dari JCPOA. Bahkan Yukiya Amano, pemimpin Badan Energi Atom Internasional IAEA, mengatakan Iran telah melaksanakan kesepakatan dan tunduk pada "rezim verifikasi nuklir paling kuat di dunia".

AYO BACA : 63.000 Sarjana di Indonesia Masih Menganggur

Amerika Serikat, dengan dukungan Israel, menegaskan embargo diharapkan akan membuat Iran menghentikan dukungan terhadap terorisme dan ambisi regional serta program rudal balistik. Penegasan ini menunjukkan, Iran tengah menjadi pengganti ISIS sebagai musuh utama.

Sebenarnya tujuan utama AS adalah menggulingkan pemerintahan para mullah dan menguasai ladang-ladang minyak. Caranya dengan merusak perekonomian Iran yang menimbulkan ketidakpuasan rakyat. Mirip dengan yang terjadi di Venezuela, walaupun sebegitu jauh belum berhasil.

Upaya kali ini juga diragukan karena mitra Eropanya sekalipun khawatir dengan program balistik Iran, tetapi tak setuju dengan embargo. Atas dasar ini Trump melunak dengan membiarkan Iran membuat mekanisme pembayaran alternatif semacam perusahaan cangkang dengan perusahaan-perusahaan Eropa dalam jangka waktu tertentu.

Trump juga mengecualikan delapan negara negara untuk terus mengimpor minyak Iran, yakni Italia, India, Jepang dan Korea Selatan, serta Turki, Cina dan India dalam jangka waktu enam bulan. Sesuai dengan masa kontrak.

AYO BACA : Layanan Kesehatan Layad Rawat Akan Hadir di Seluruh Jawa Barat

Ketahanan Nasional

Amerika Serikat cs memiliki tujuan permanen yakni mendominasi seutuhnya kawasan Timur Tengah dan sejauh ini hanya Iran serta Syria yang belum dikuasai. Selain embargo, cara lain adalah mempertentangkan generasi muda dengan generasi tua. Di Iran, bermakna pertentangan antara generasi muda dengan kaum Mullah dengan subyek apakah perlu bermusuhan dengan AS dan Israel serta merasa tidak puas dengan kondisi ekonomi.

Dalam kaitan ini Hillary Clinton, ketika masih menjabat menlu, menyatakan  pihaknya terbantu dengan meluasnya budaya Amerika Serikat melalui film, lagu dan perangkat-perangkat lainnya. Budaya pop Barat telah mempengaruhi perilaku dan pemikiran generasi baru.

Perilaku ketidakpuasan generasi muda itu diwujudkan dengan berbagai demo.Bila demo ini mengakibatkan bentrokan dan berujung kematian maka media serta  pemerintah asing akan mengeksploitir sampai pemerintah terguling.

Invasi budaya tidak hanya melanda Iran namun juga negara-negara lain termasuk Indonesia. Tanda-tanda keberhasilan invasi terlihat bila budaya asing diterapkan dalam kehidupan sehari-hari karena dianggap lebih modern dan sebagainya.

Farid Khalidi

AYO BACA : Terendam Banjir, Hindari 3 Jalan Ini di Kabupaten Bandung

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar