Yamaha

Yusril Dukung Jokowi, PBB Untung Apa Buntung?

  Minggu, 11 November 2018   Dadi Haryadi
Yusril Ihza Mahendra. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Langkah pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra bersedia menjadi kuasa hukum pasangan calon presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019, diyakini memengaruhi elektoral pasangan calon presiden nomor urut 01 tersebut.

AYO BACA : Yusril Ihza Mahendra di Mata Tjahjo Kumolo

Menurut pengamat politik Adi Prayitno, Yusril merupakan publik figur. Selain itu, juga Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB).

AYO BACA : Ini Alasan Yusril Tidak Bela Prabowo di Pilpres 2019

Pada Pemilu Legislatif 2014 lalu, partai ini tercatat mengantongi 1.825.750 suara atau 1,46 persen dari total suara sah hasil pemilu. "Jadi, pilihan Yusril tentu berpengaruh pada elektoral Jokowi-Amin. Karena seorang Yusril saja itu sudah nambah satu suara. Apalagi kalau Yusril bisa bawa semua kader PBB dukung paslon 01," ujar Adi, seperti dikutip dari JPNN, Minggu (11/11/2018).

Pengajar di Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah Jakarta ini mendasari pandangannya melihat fakta, bahwa rezim politik di Indonesia menganut paham one men one vote. "Satu suara itu sangat berharga untuk diperjuangkan. Karena satu suara itu mampu mengubah peta politik yang ada," ucapnya.

Meski demikian, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini mengistilahkan, pilihan sebagai kuasa hukum Jokowi-Amin merupakan perjudian bagi Yusril dan PBB. Pasalnya, sejak awal mereka cukup lantang mengkritik Jokowi. "Apalagi, banyak pemilih PBB yang ingin ganti presiden di Pilpres 2019," tuturnya.

Adi lebih lanjut menilai, jika Yusril tak baik mengelola basis konstituen yang ada, PBB bukan untung malah terancam buntung. "Kalau lihat suasana hatinya, pemilih PBB bakat jadi oposisi," pungkas Adi.

AYO BACA : Yusril Berikan Keterangan di Sidang Buni Yani

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar