Yamaha NMax

Berburu Kerajinan Kulit Khas Garut

  Minggu, 11 November 2018   Adi Ginanjar Maulana
Sentra kerajinan kulit Sukaregang Garut.(jabarprov.go.id)

Kota Garut selama ini hanya identik dengan camilan dodol Garut. Padahal, Garut juga terkenal menjadi salah satu produsen jaket kulit terbaik di Indonesia. Hal ini dikarenakan kerajinan kulit ini seratus persen berbahan material kulit domba asli. 

Sentra kerajinan kulit ini sudah cukup terkenal, bahkan sampai ke mancanegara. Menariknya lagi, ternyata produk pakaian dunia yang saat ini beredar di pasar internasional, khususnya yang menggunakan material kulit asli kebanyakan di produksi di Garut, Jawa Barat.

Sentra industri kulit ini lebih tepatnya terletak di Kampung Sukaregang, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Lokasi ini sangat strategis, karena hanya berjarak satu kilometer dari Alun-alun Garut. Berbagai produk kerajinan kulit bisa dijumpai di 90 toko yang berderet mulai dari Jalan Ahmad Yani sampai Jalan Gagak Lumayung, sepanjang kurang lebih dua kilometer.

AYO BACA : Dari Kampung Merambah Kota Besar Lewat Kerajinan Tangan

Selain itu, di sana juga terdapat 8 pabrik penyamakan kulit besar. Beragam kerajinan berbahan kulit mulai dari jaket, tas, sepatu, dompet, topi, celana, ikat pinggang, dan gantungan kunci, bisa ditemukan di sini. Untuk harganya, setiap kerajinan dibanderol dengan harga mulai dari Rp100.000 hingga Rp6.000.000. 

Sesampainya di tempat produksi, pandangan disajikan oleh kesibukan aktivitas para pengrajin yang sedang melakukan tugas yang berbeda-beda. Ada yang sibuk memotong bahan, membuat tali selempang, membuat pola dan yang menjahit. Di sana kita bisa melihat proses pembuatan secara langsung karena industri jaket kulit di sini merupakan industri rumahan.

Mulai dari kulit yang baru dikuliti, hingga proses penjahitan bisa pengunjung saksikan. Kemampuan produksi rata-rata tiap produsen mencapai 2.000 jaket per bulan. Proses pengerjaannya meliputi beberapa tahapan, seperti pemilihan bahan kulit yang berkualitas, membuat pola, memotong bahan, dan menjahit. Pembuatan tas kulit jauh lebih rumit apabila dibandingkan dengan pembuatan tas dari bahan biasa.

AYO BACA : Kreasi Karung Goni Jadi Kerajinan Tangan Unik

Kerumitan terbesar adalah pada proses penjahitan. Teknik menjahit dan perangkat yang digunakan untuk menjahit, berbeda dengan cara pengerjaan tas biasa. Jika terjadi kesalahan dalam proses penjahitan, ini akan berdampak pada permukaan tas yang menjadi rusak. Tukang jahit harus memiliki skill dan pengalaman yang bagus. Kalau konsep kerja tidak disusun seperti ini, proses pembuatan bisa terlambat dan resikonya adalah pihak pengrajin kena pinalti (pembatalan kerja sama).

Perajin kulit di Sukaregang mengandalkan pasar konsumen dari luar Garut. Sebab, tak banyak warga Garut dan wisatawan datang langsung ke toko. Jaket kulit banyak diminati pengendara sepeda motor alias bikers dan instansi. Pasar inilah yang banyak dilirik perajin kulit di Sukaregang. Selain jaket, produk pelengkap bikers lain juga laris manis. Perajin berskala besar pun membuka toko rekanan di luar Pulau Jawa. Jejaring pemasaran yang kuat juga menjadi kunci bagi perajin kulit Sukaregang tetap bertahan.

Pantas bila perajin jaket kulit di Garut tumbuh dan berkembang lebih cepat dibandingkan perajin kulit di daerah-daerah lain. Tak hanya  dipasarkan ke wilayah Kabupaten Garut saja, kerajinan kulit ini dipasarkan hingga berbagai daerah di Indonesia, antara lain dari Bandung, Jakarta, serta beberapa kota di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, bahkan Sumatera. Apalagi, kini jaket kulit dari Kabupaten Garut sudah menembus pasar mancanegara, antara lain Singapura, Malaysia, Taiwan, dan Jepang.

Tak sulit mendapatkan kulit hewan untuk bahan pembuatan jaket kulit. Sebab, Kabupaten Garut merupakan daerah peternakan domba garut atau biasa disebut domba priangan. Peternakan itu tersebar di daerah Wanareja, Cikajang, Pemeungpeuk, Cibalong, dan Cilawu. Desain dan motif yang digunakan pada jaket kulit ini sangat beragam dan modern. Model yang ditawarkanpun bervariasi. Desain barang barang kulit biasanya perpaduan dari perajin Sukaregang dan permintaan konsumen.

Industri kulit di Kabupaten Garut saat ini mampu menyerap ribuan tenaga kerja. Besarnya tenaga kerja ini sejalan dengan besarnya permintaan berbagai produk berbahan kulit. Bagi masyarakat Sukaregang industri kulit tidak bisa dipisahkan dari kehidupannya, produk-produk barang dari kulit menjadi tulang punggung perekonomian warga Sukaregang.

Intan Yunisa Sriastini
Netizen asal Garut

AYO BACA : Kerajinan Tak Boleh Dinomorduakan Setelah Seni

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar