Yamaha Mio S

Membumikan Geotermal Lewat Geology Student Competition 2018

  Sabtu, 10 November 2018   Nur Khansa Ranawati
Peserta Field Trip Geology Student Competition 2018 ke Patuha Geotermal (dok. Josiah)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM--Indonesia merupakan negara dengan kekayaan energi panas bumi atau geotermal terkaya di dunia. Namun, eksplorasi dan eksploitasi energi ramah lingkungan tersebut di Indonesia dinilai masih kurang maksimal.

Hal tersebutlah yang menggerakan sekelompok mahasiswa Teknik Geologi Institut Teknologi Bandung untuk menyelenggarakan kompetisi internasional, Geology Student Competition (GSC) 2018 dengan tema besar eksplorasi geotermal.

Acara yang sudah berlangsung sejak 25 Oktober ini terdiri dari sesi pra event dan main event. 

Pada pra-event,sejumlah mahasiswa Teknik Geologi ITB melangsungkan kunjungan lapangan ke area power plant dan manifestasi geotermal di Patuha.

"Setelah itu lanjut ke Case Study Competition, Smart Competition dan Photo Competition," ungkap Ketua GSC 2018, Josiah Ryan Gabriel pada ayobandung, Sabtu (10/11/2018).

Case Study Competition, Josiah mengatakan, merupakan kompetisi utama dari rangkaian acara GSC 2018.

"Peserta dikasih data-data geologi seperti remote sensing, petrografi, geokimia dan geofisika , lalu diminta menganalisa data-data tersebut untuk membuat model konseptual eksplorasi geotermal," jelasnya.

Kompetisi ini diikuti oleh peserta dari kampus dalam negeri, Malaysia dan Thailand.

Setelah itu,lomba cerdas cermat dan kompetisi foto bertemakan geologi pun diselenggarakan.

Puncak acara diselenggarakan pada Sabtu (10/11/2018), berupa seminar internasional bertajuk Structural Geology and Fluid Chemistry Influid-Rock Interaction of Volcanic Geothermal Complex and Implication to Geothermal Exploration.

Seminar ini menghadirkan Geologist Advisor Supreme Energy, Jim Stimac, Geolog Star Energy Geothermal, Yuris Ramadhan, serta pihak Pertamina Geothermal Energy, Widoyo Krisnanto. 

"Goal kami ingin mengintegrasikan kegiatan eksplorasi dan ekspolitasi dari fisika, geokimia, dan drillingnya, itu yang paling penting," jelas Josiah.

Dia berharap, seminar juga dapat menambah wawasan seputar geotermal pada mahasiswa dan masyarakat.

"Kami juga ingin masyarakat luas tau tentang geotermal Indonesia dan agar mahasiswa geosains bisa berkontribusi pada pengembangan geotermal ini," pungkasnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar