Yamaha NMax

Mengenal Tenun Baduy sebagai Identitas Urang Kanekes

  Minggu, 11 November 2018   Adi Ginanjar Maulana
Seorang wanita suku Baduy tengah menenun kain tenun khas Baduy, yang nantinya akan diperjualkan kepada wisatawan yang sedang berkunjung ke Baduy. (foto : Ismayati Akmaliya)

Berbicara tentang warisan budaya di Indonesia tidak akan pernah ada habisnya dibahas. Hampir setiap harinya kita bisa menemukan informasi baru ataupun innformasi lama tentang kebudayaan Indonesia yang hendak kita ketahui. 

Seperti halnya masyarakat Indonesia yang tak asing lagi dengan kain tenun yang telah menjadi ciri khas tradisional di Indonesia. Tapi, tahukah Anda  berapa jenis kain tenun yang Indonesia miliki? Bisa dipastikan jumlahnya sangat beragam.

Salah satu dari jumlah keberagaman kain tenun khas Indonesia adalah kain tenun buatan masyarakat Suku Baduy yang bermukim di Desa Kanekes Kabupaten Lebak Banten. Kain tenun ini sudah mulai tenar di kalangan wisatawan  yang sudah berkunjung ke Kampung Adat Baduy. 

Suku Baduy atau Urang Kanekes ini memilki kain tenun dengan warna putih dan biru sebagai ciri khasnya. Pada awalnya, kain tenun yang dibuat Suku Baduy hanya digunakan untuk masyarakatnya saja. 

Tetapi semakin majunya pariwisata di Baduy, warga mulai menjual kain hasil  buatannya kepada para wisatawan yang datang berkunjung. Selain warna putih dan biru, kini kain tenun khas Baduy memiliki warna beragam yang dapat memanjakan mata para pembeli yang datang berwisata ke Kampung Adat Baduy.

Tentunya keindahan warna yang dihasilkan dari kain tenun Baduy ini haruslah melalui proses yang panjang agar bisa menjadi kain tenun yang memiliki keindahan warna yang beragam. Dalam prosesnya kain tenun Baduy dibuat dengan bantuan alam, dimulai dari kapas yang dipintal hingga membentuk gulungan benang yang sangat panjang.

Proses menenun bisa memakan waktu hingga berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Lamanya proses pembuatan kain dikarenakan kerumitan dalam membuat motif kain yang ingin dibuat oleh si pembuat.

Biasanya motif yang dibuat diatas kain adalah berupa garis-garis yang terinspirasi dari alam. Dalam proses menenun hanya boleh dilakukan oleh kaum wanita Suku Baduy. Karena para kaum pria mencari nafkah dengan bertani, berkebun ataupun berjualan,

Harga yang di bandrol untuk kain tenun khas Baduy ini beragam, dimulai dari harga Rp20.000 hingga Rp500.000. Tergantung besar atau kecilnya ukuran kain dan tingkat kerumitan pembuatan kain tenun. 

Kain tenun ini biasanya dijadikan oleh-oleh sebagai penanda sudah mengunjungi Kampung Adat Baduy. Penggunaan kain tenun pun beragam, bisa dijadikan ikat kepala, syal leher, setelan baju ataupun taplak meja cantik yang cocok untuk menjadi penghias rumah anda.

Selain menjual kain tenun, masyarakat Suku Baduy juga menjual berbagai macam oleh-oleh hasil buatan sendiri yang berbahan baku alami alias berasal dari alam sekitar tempat mereka tinggal. Dimulai dari gantungan, perabot rumah tangga, dan tas hasil rakitan yang sangat unik.

Bagaimana apakah Anda tertarik untuk mencoba kain khas Baduy?

 

Ismayati Akmaliya
Mahasiswa Jurnalistik UIN Bandung

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar