Yamaha Aerox

PeaceGen Bandung Menebar Perdamaian Lewat Boardgame

  Sabtu, 10 November 2018   Adi Ginanjar Maulana
Peace Generation Indonesia melaksanakan program ketiga dari serangkaian kegiatan Training Board Game For Peace 2.0 di Hotel Kytos - Setiabudhi, pukul 07.00 - 17.00, Sabtu (10/11/2018).(Naufal)

Peace Generation Indonesia melaksanakan program ketiga dari serangkaian kegiatan Training Board Game For Peace 2.0 di Hotel Kytos - Setiabudhi, pukul 07.00 - 17.00, Sabtu (10/11/2018).

Setelah sukses menyelenggarakan dua program sebelumnya, kini tim fasilitator BGFP 2.0 Bandung mengusung tema "Goes To Campus" sekaligus mengampanyekan tagar #MeyakiniMenghargai.

Program ini merupakan hasil kerjasama antara Peace Generation dengan PPIM UIN Jakarta, Kummara, UNDP dan menjadi perpanjangan program dari proyek Convey 2.0 bertema Fostering Tolerant Religious Education to Prevent Violent Extremism in Indonesia”. Inilah salah satu media kreatif dalam menyebarkan perdamaian melalui board game.

Kegiatan diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari pusparagam kampus-kampus dan dengan latar-belakang yang variatif. Mereka belajar tentang 12 Nilai Perdamaian diiringi dengan banyak video edukatif soal Propaganda ISIS, Narasi Damai oleh Wahid Institute, dan tak lupa pula permainan Board Game "Galaxy Obsxurio" dan "The Rampung" yang menyisipkan nilai-nilai perdamaian.

Diharapkan oleh para fasilitator, pada Hari Pahlawan sekarang ini, setidaknya generasi muda perlu untuk mengisinya dengan kegiatan yang positif.

"Selain untuk merayakan serta menghargai semangat perjuangan para pahlawan terdahulu, melalui program BGFP 2.0 ini, semoga menjadi pemicu lahirnya pahlawan-pahlawan baru yang bisa menebarkan benih-benih perdamaian," ujar salah dari fasilitator yang juga alumni UPI, Rudi.

"Paling tidak, ya dengan kegiatan ini kita dapat mendamaikan diri sendiri agar tidak terjebak ke dalam arus radikalisme, apalagi sampai ke ranah violent-extremism. Jangan sampai lah," kata Rama, fasilitator yang sedang kuliah di UMB.

Harapannya, dengan adanya kegiatan BGFP 2.0, para peserta mampu mengkontra-narasi terhadap isu-isu kebencian yang belakangan ini tampak semakin merebak di kampus-kampus.

Demi penangkalan tumbuhnya sikap intoleran, radikalis, serta sebagai upaya pencegahan bibit terorisme yang rentan menjangkit kalangan muda. Ke depannya, kota kembang ini diharapkan menjadi Bandung Lautan Damai.

M. Naufal W

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar