Yamaha NMax

Luar Biasa, Ini Manfaat Donor Darah bagi Kesehatan

  Sabtu, 10 November 2018   Adi Ginanjar Maulana
Donor darah.(Pixabay)

Awalnya saya ragu, tapi keinginan itu menguat pada saat saya mulai ngobrol dengan teman-teman di kantor. Dari obrolan tersebut diperoleh bahwa teman kami yang notabene lebih kurus dari saya, ternyata dia pendonor yang telah mendonorkan darahnya sembilan kali. 

Perkiraan saya badannya kurang dari berat badan saya 49 kg. Luar biasa, dari dasar itulah untuk yang pertama kalinya saya beranikan diri mengikuti jejak teman-teman. Bersama-sama kami berempat pergi ke PMI Kota Bandung.

Perasaan yang tidak menentu menyelimuti hati saya. Udara terasa panas, namun tangan terasa dingin sekali. Menurut temen-teman, hal itu sesuatu yang wajar, mereka yang sudah beberapa kali saja masih merasakan hal yang sama. Perasaan tenang mulai terasa setelah teman-teman menguatkan.

Tahapan pertama saya daftar dengan menyertakan KTP, lalu saya diberi kartu peserta. Tahapan selanjutnya saya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan kondisi dan riwayat kesehatan saya dari komputer. 

Setelah itu saya mendapatkan nomor antrean, lalu secara bergantian kami dipanggil untuk diperiksa oleh dokter. Pemeriksaan meliputi  tekanan darah normal 100-160 (sistolik) 60-100 (distolik), berat badan tidak boleh kurang dari 47 Kg, dan Hemoglobin berkisar 12,5g%-17g%. Alhamdulillah semua normal dan memenuhi syarat untuk menjadi pendonor.

Detik-detik menunggu giliran diambil darah, saya berdoa mudah-mudahan darah yang saya donorkan memenuhi syarat dan tidak ada yang mengkhawatirkan saya nantinya. Akhirnya giliran saya masuk ke ruangan yang steril, saya harus mencuci kedua tangan saya sampai ke siku dengan menggunakan sabun desinfentan. 

Lalu saya duduk dan memberikan tangan saya sebelah kanan untuk dilakukan proses donor darah. Sambil berdoa bismillah, mudah-mudahan lancar dan tidak sakit. Saya perhatikan semua orang dengan tenangnya mengikuti proses mengambilan darah tersebut. Namun ada pula orang yang meringis-meringis, mungkin dia sama seperti saya, pendonor pemula. 

Pada saat proses pengambilan darah, tangan kanan yang diambil darah, harus mengepal-ngepal, agar proses keluar darahnya lancar. Akhirnya selesai juga, ada kekhawatiran darah yang diperlukan tidak terpenuhi jumlahnya sampai 450 ml-480 ml. Setelah dibereskan dan diberi perban, tangan kanan harus diangkat agar tidak terjadi keluar darahnya.

Lalu kami dipersilakan untuk istirahat dan diberi snak berupa susu satu gelas, telor rebus, semangkuk bubur kacang dan sehelai roti tawar. Ada teman yang merasa lemes dan agak pusing. Sambil ngobrol di kantin PMI, saya perhatikan kartu peserta menjadi pendonor tadi, disana ada keterangan yang membuat hati ini terenyuh “Kami atas nama penderita mengucapkan terima kasih atas sumbangannya, teruskanlah cita-cita budi luhur ini dan kami harapkan kedatangannya.”

Subhanallah, selain kita tau kondisi kesehatan kita dari hasil pemeriksaan kesehatan kita juga membantu orang-orang yang membutuhkan darah kita. Di luar sana orang  yang mengalami kecelakaan, orang yang punya penyakit kanker, anemia, hemofilia, dan transplantasi organ, sangat menunggu uluran pendonor.

Dari hasil pemeriksaan, saya tahu bahwa pada saat itu, alhamdulillah kondisi badan saya sehat. Sehingga menurut saya dari proses donor darah, saya bisa mengambil manfaatnya bahwa dengan donor darah, saya dapat memeriksakan kesehatan saya secara gratis. 

Dapat mengetahui lebih dini keadaan kesehatan saya apabila saya punya penyakit tertentu, karena dengan pemeriksaan darah secara seksama di labolatorium, saya akan diberitahu segera setelah diketahui ada masalah dengan darah saya.

Menurut penelitian donor darah menjadikan produksi darah akan meningkat, dengan donor darah akan membantu merangsang produksi sel-sel darah baru dalam waktu kurang dari 48 jam. Selain itu mengurangi penyakit jantung sampai dengan 88%. 

AYO BACA : Catat, Ini 4 Fakta Soal Donor Darah

Karena dengan dilakukan donor darah akan membantu memperlancar aliran darah hingga mencegah penyumbatan arteri, dan mengakibatkan kadar besi dalam darah akan stabil. Karena sifatnya membakar kalori hingga 650 kalori, maka donor darah dapat membantu menurunkan berat badan.

Salah satu manfaat donor darah, pikiran lebih stabil. Karena kita menjadi lebih bahagia, hidup tenang karena masih bisa menolong orang dengan cara lain. Membantu menyelamatkan nyawa orang lain adalah kewajiban setiap manusia. Dengan pikiran yang stabil, menjadikan kita hidup lebih sehat.

Dalam agama mana pun tolong menolong dengan sesama adalah kewajiban kita semua. Dalam agama Islam tolong menolong (taawun) terdapat pada Surat ke-5 Al-Maidah ayat 2: “Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah sangat berat siksa-Nya.”

Sikap tolong menolong ciri dari ummat Islam sejak masa Rasulullah SAW. Hal ini terjadi pada saat hijrah umat Mekah ke Madinnah, kaum anshor/Madinnah menerima dengan baik kedatangan kaum muhajirin. Selain dengan sesama umat Muslim, Nabi Muhammad mencontohkan kepada kita tentang sabar dan penyayangnya beliau memperhatikan dan membantu wanita buta Yahudi. Wanita ini selalu mencaci maki nabi setiap hari. Beliau tidak dendam, beliau sangat sayang sampai menyuapinya makan setiap hari.

Manusia adalah mahkluk sosial dimana manusia tidak bisa hidup sendiri dan selalu bergantung pada orang lain. Manusia satu membutuhkan yang lainnya. Kita semua pada hakikatnya mahkluk yang lemah. Dalam Islam kita semua harus saling tolong menolong, tanpa memperhatikan ras, suku, golongan atau agama.

Menurut Kepala Seksi Rekrutmen Donor PMI Kota Bandung, Habibi PMI pada hari ini tanggal 10 November 2018 stok PRC (sel darah merah pekat) golongan darah A: 196 labu; golongan darah B: 1.390 labu; golongan darah O: 1.794 labu dan golongan darah AB: 129 labu. Stok ini bisa kita lihat setiap hari di media online www.pmi.or.id atau bisa kita buka di Instagram atau twitternya PMI Kota Bandung.

Kekurangan stok darah di PMI sering terjadi pada saat bulan Ramadan dan dua minggu pasca bulan Ramadlan. Kekurangan tersebut bisa sampai 60%. Kekurangan ini disebabkan oleh pendonor sukarela tidak mendonorkan darahnya pada masa tersebut. 

Jika terjadi kekurangan seperti ini, PMI menjemput bola dengan cara mendatangi mesjid-mesjid setelah buka puasa atau waktu sahur. Jika belum terpenuhi juga maka mencari pendonor pengganti dari keluarga yang memerlukan darah yang sama.

Keadaan ini membuat saya prihatin, dan ingin rasanya mengajak semua orang yang sehat, usianya 17-60 tahun, berat badan lebih dari 47 kg, tidak sedang hamil atau menyusui, bukan pecandu alkohol atau narkoba, untuk mendonorkan darahnya. PMI yang menangani tranfusi darah ada di setiap kabupaten/kota.  PMI Unit Transfusi Darah buka 24 jam setiap hari.

Orang berilmu membantu dengan ilmunya, orang kaya membantu dengan harta kekayaannya. Kita pun bisa beramal dengan darah yang sehat. Dengan donor darah kita jadi memperhatikan asupan yang kita makan. Kita ingin memberikan yang terbaik dari darah. Sehingga dengan demikian, selain kita menyelamatkan nyawa orang lain, juga sehat karena mengatur pola makan dan pola hidup.

Dari kartu peserta donor tertulis pula “Semoga amal baik Anda dapat balasan dari Tuhan Yang Mahaesa”. Ini adalah doa yang tulus dari para pengguna darah kita. Dan ini yang membuat hati damai, mempererat tali persaudaraan, hidup tentram, dan menumbuhkan solidaritas antar sesama.

Any Heryani

Pegawai BPS Kota Bandung

AYO BACA : Alasan di Balik Melonjaknya Permintaan Donor Sperma di Brasil

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar