Yamaha Aerox

Ayo Pahlawan: Kejadian Unik Layanan Telepon 113

  Kamis, 08 November 2018   Fathia Uqimul Haq
Petugas Command Center Diskar PB sedang memantau panggilan darurat (ayobandung.com/Fathia Uqimul Haq)

AYO BACA : Ayo Pahlawan: Kayamata, Pejuang Visual Pembuka Cakrawala (Bag. 1)

BATUNUNGGAL, AYOBANDUNG.COM--Tak cuma laporan kebakaran, Abdul Wahab (30), seorang anggota Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung sempat mendapatkan telepon perihal cincin yang susah dikeluarkan dari sebuah jari.

Wahab adalah orang  pertama yang mendapatkan laporan kebencanaan dari seluruh wilayah Indonesia, saat orang menghubungi layanan telepon 113. Melalui Divisi Command Center, Wahab bersama lima orang lainnya menerima laporan 24 jam demi menyelamatkan masyarakat.

Suatu ketika Wahab pernah mendapatkan telepon soal cincin yang sulit dikeluarkan dari jari seorang wanita. Lantas, kejadian unik tersebut tentu diterima oleh Diskar PB.

"Kita enggak ke sana, nyuruh dia ke kantor terus dipakai cairan punya anak rescue supaya bisa keluar dari jari," kata Wahab seraya mengingat kejadian unik selama tiga tahun menjadi Divisi Command Center, Kamis (8/11/2018).

Orang dengan cincin tersangkut di jari itu pun datang ke kantor Diskar PB Kota Bandung yang terletak di Jalan Sukabumi. Tak lama, anggota rescue membukanya dengan cairan khusus.

Selain cincin, ada pula kejadian unik yang menurut orang adalah hal sepele. Namun, karena Diskar PB adalah pelayan masyarakat, mereka akan segenap hati membantu meski hanya seorang pemilik koper yang lupa dengan kodenya.

Tak dapat menolak, karena itu pun sebuah ketidaksengajaan pemilik koper. Kepentingan orang lain pun didahulukan supaya masyarakat dapat tenang dan selamat.

"Jadi ada yang lupa kode kopernya pakai nomor itu. Dia nelpon, boleh kita bantu disuruh ke kantor aja langsung terus dibukain," ujar dia.

Pahlawan masa kini tentu hadir di tengah masyarakat. Seperti figur pahlawan yang sering ditonton di televisi, ternyata anggota Diskar PB merupakan pahlawan nyata yang kerap membantu masyarakat.

Terkadang, masyarakat lupa mengucap terima kasih akan jasa dan pertolongan, sekalipun itu merupakan sebuah profesi. Akan tetapi, pekerjaan yang berisiko tinggi tersebut tidak bisa dikatakan sepele lantaran tidak semua orang ingin berkecimpung di dunia kebencanaan dan kebakaran.

"Kami suka senang kalau ada orang mengucap berterima kasih saja, hati kami sudah rasanya enak. Bisa menolong dan menyelamatkan nyawa. Karena risiko terjadi kapan saja saat kebakaran misalnya, kita berada di titik api. Kita tidak tahu dari atas ada bangunan yang mungkin bisa jadi runtuh seketika. Karena menjadi seorang anggota perlu kesigapan, keberanian, dan keleluasaan hati bahwa profesi kami ini ibadah," pungkasnya.

AYO BACA : Ayo Pahlawan: Command Center Diskar PB, Garda Terdepan Masyarakat

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar