Yamaha Aerox

Ayo Pahlawan: Command Center Diskar PB, Garda Terdepan Masyarakat

  Kamis, 08 November 2018   Fathia Uqimul Haq
Tim Command Center Diskar PB (ayobandung.com/Fathia Uqimul Haq)

BATUNUNGGAL, AYOBANDUNG.COM--Setelah menyelami dunia keselamatan dan pelayanan masyarakat, Abdul Wahab (30) merasa profesi ini benar-benar panggilan dirinya. Bekerja demi menolong masyarakat membuka mata hati dan pikirannya.

Wahab, begitu ia disapa, adalah pelayan masyarakat di Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung. Selama tiga tahun, dia bertugas di bawah divisi Command Center. Tugas seorang Command Center adalah menjadi orang yang pertama kali mendapat laporan kebencanaan hampir dari seluruh wilayah di Indonesia.

Nomor panggilan Command Center yang mengacu kepada Diskar PB adalah 113. Warga boleh menghubungi nomor tersebut ketika ada musibah kebakaran, penyelamatan binatang, pohon tumbang, hingga gangguan dari lebah.

"Command Center terdiri atas 5 orang, 24 jam kerjanya. Satu hari kerja, dua hari off," kata Wahab, Kamis (8/11/2018).

Selain melalui layanan telepon, warga juga dapat melaporkan bencana melalui aplikasi yang dapat diunduh melalui gawai.

Dalam sehari, panggilan aktual yang masuk bisa sebanyak 50 telepon. Artinya yang benar-benar berniat memberi informasi terkait kebencanaan.

AYO BACA : Ayo Pahlawan: Kayamata, Pejuang Visual Pembuka Cakrawala (Bag. 1)

Namun, nyatanya, ada 1.000 panggilan masuk yang kebanyakan jail. Misalnya meminta pulsa, anak-anak yang tiba-tiba menghubungi usai penyuluhan di kantor, dan aneka kejailan lainnya.

"Biasanya anak-anak kecil di kantor kan suka ada anak TK belajar kebencanaan, kalau penyuluhan suka dibilangin kalau ada bencana telepon 113. Di luar pantauan ortu, biasanya suka dipraktekkan sama anak-anak," ujarnya.

Dari 50 panggilan masuk, kebanyakan aduan soal sarang lebah yang mengganggu, ular masuk rumah, orang masuk sumur, atau kucing masuk sumur.

Disinggung mengenai kebakaran, dirinya menuturkan, musibah tersebut hampir setiap hari terjadi. Dari Januari sampai Oktober saja sudah ada sekitar 300 kejadian kebakaran.

Command Center di Diskar PB Kota Bandung menerima semua panggilan masuk 113 dari seluruh wilayah di Indonesia. Biasanya setelah menerima panggilan dari luar kota, Command Center langsung menyambungkan ke dinas terkait di kota tersebut.

"Iya, jadi di mana pun, misal di Jakarta, di Bali, ada kebakaran atau apa telepon 113, pasti ke kita dulu. Baru nanti kita sampaikan ke dinas terkait di kota tersebut," papar Wahab.

Dirinya mengaku sempat terkecoh saat menerima informasi kebakaran. Kala itu, seorang warga menghubungi 113. Dia melaporkan ada kebakaran di pusat perbelanjaan Giant. Seketika petugas pergi ke lokasi. Namun, ketika tiba, tidak terjadi kebakaran di Giant Pasteur. Ternyata, Giant yang dimaksud adalah Giant Cirebon.

"Setelah itu, kita banyak perubahan mengenai pentingnya mapping area, konfirmasi wilayah terkait ketika benar atau tidak terjadi kebakaran," jelasnya.

Alurnya, setelah telepon masuk, Command Center mengonfirmasi wilayah tersebut. Pelapor pun wajib ada di lokasi supaya memudahkan tim meminta patokan. Dengan begitu, jika ada laporan masuk yang hanya melihat selewat saja, Command Center tidak akan menyetujui sebelum pelapor bersedia diam di lokasi.

Betul atau tidaknya laporan juga bisa dipantau melalui layanan telepon. Biasanya, jika kejadian itu benar, telepon tidak masuk dari satu orang. Bisa lima orang menghubungi dengan kasus yang sama. Artinya, di lokasi tersebut benar-benar tengah ada bencana.

Menjadi Divisi Command Center bukan hanya sekadar mengangkat telepon. Dia pun menjadi orang pertama yang ke lokasi sebelum memerintah pasukan pemadam kebakaran lainnya. Koordinasi dengan PLN, Satlantas, kewilayahan, dan lain-lain menjadi arahan utama.

"Awal mula titik api, penanggulangan gimana, asesmen awal, apa yang dikerjakan petugas, itu sama saya juga. Pegang HT bahkan sampai nyupir juga sama Command Center," tuturnya.

Setelah itu, laporan mentah akan dikirim ke kantor. Barulah tim pemadam melaju untuk memadamkan api dan kasus gangguan lainnya.

Wahab adalah satu dari sekian petugas Diskar PB yang mengawal dan menerima laporan awal dari seluruh sambungan telepon 113. Terkadang, masyarakat tidak mengetahui perjuangan di balik seorang anggota yang bertugas membantu dan melayani masyarakat. Mereka adalah punggawa yang selalu ada saat duka menyelimuti setiap elemen masyarakat.

Menurutnya, pahlawan bukan hanya orang yang berlaga di medan perang saat memperjuangkan tanah air. Pahlawan hari ini, menurutnya, bisa disebut orang-orang yang berdasi dan berbaju rapi, atau mereka yang menjadi garda terdepan menghadapi musibah dan bencana ketika orang-orang menjauhinya.

"Sukanya bisa selalu menolong orang lain jadi termasuk ibadah. Membantu dan melayani masyarakat itu biar jadi pahala untuk kita, dukanya kita juga ikut bersedih ketika ada kebakaran besar menghanguskan harta benda bahkan keluarga mereka," kata dia.

AYO BACA : Ayo Pahlawan: Kayamata, Pejuang Visual Pembuka Cakrawala (Bag. 2)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar