Yamaha Mio S

Hari Wayang Sedunia, Tiga Dalang Muda Gelar Pertunjukan di Giri Harja

  Kamis, 08 November 2018   Mildan Abdalloh
Wayang Golek. (Ramdhani/Ayobandung.com)

BALEENDAH, AYOBANDUNG.COM--Tiga dalang muda keturunan Sunandar Sunarya menggelar pagelaran wayang golek di Padepokan Giri Harja, Rabu (7/11/2018) malam. Pagelaran wayang tersebut merupakan peringatan hari wayang sedunia.

Putra dari Asep Sunandar Sunarya, Dadan Sunandar Sunarya mengatakan tiga dalang yang menggelar pagelaran wayang adalah Batara Sena Sunandar, Wisnu Sunarya, dan Yogaswara Sunandar Sunarya.

"Batara mempertunjukan wayang kulit priangan, sementara Wisnu dan Yogaswara menggelar pertunjukan wayang golek," tutur Dadan kepada ayobandung.

Batara membawakan wayang kulit dalam lakon Jaya Perbangsa. Selama ini, kata Dadan, orang Sunda dikenal dengan wayang golek. Dengan Batara yang mampu memainkan wayang kulit, bisa menunjukan kalau orang Sunda juga bukan hanya bisa membawakan wayang kulit.

AYO BACA : Matthew Cohen, Guru Besar dan Profesor yang Mencinti Wayang Kulit

"Ingin memperlihatkan kalau orang sunda juga bisa memainkan wayang kulit," katanya.

Secara prinsip cerita yang dibawakan dalam wayang baik golek maupun kulit tidak jauh berbeda. Kisah Mahabrata menjadi cerita utama wayang.

"Untuk wayang kulit yang dibawakan Batara, disebut wayang kulit priangan. Wayangnya sama dengan wayang kulit di daerah lain, hanya saja bahasa dan pengiringnya menggunakan bahasa dan laras Sunda," ungkapnya.

Sementara Wisnu dan Yogaswara membawakan lakon kumbakarna gugur secara bergantian.

AYO BACA : Bandoeng Baheula: Dalang Wayang Golek Sebelum Dinasti Sunarya

Dadan melanjutkan, selain menggelar dua pementasan wayang oleh tiga dalang, dalam perayaan hari wayang sedunia tersebut Padepokan Giri Harja juga menggelar acara lain.

"Dipamerkan juga lukisan wayang, di sini pelukis banyak. Ada juga talkshow dalang dengan moderator Sarah warga Prancis," ujarnya.

Terkait peringatan hari wayang sedunia dengan menampilkan tiga dalang muda, Dadan berharap anak muda zaman sekarang bisa lebih mencintai wayang.

"Harapannya wayang tetap diminati semua kalangan, khususnya orang sunda umumnya Indonesia," ujarnya.

Dia juga berharap eksitensi wayang terus terjaga dan mampu bersaing dengan budaya modern.

"Mudah-mudahan budaya lokal mampu bersaing dengan budaya modern, nitabene banyak masuk ke kita. Mudah-mudahan juga bisa membangkitkan kembali anak muda untuk mencintai wayang," tutupnya.

AYO BACA : Bandung Pisan: Kecamatan Lengkong Punya Kampung Wayang Urban

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar