Yamaha Aerox

Peta Pemilu 2019 Jabar: PDIP Unggul, Gerindra Salip Golkar

  Rabu, 07 November 2018   Rizma Riyandi
Ilustrasi Pemilu (ayobandung.com/Attia Dwi Pinasti)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Enam bulan menjelang pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019, PDIP terlihat masih unggul di wilayah Jawa Barat. Hal tersebut terungkap dari paparan temuan hasil survei Indopolling Network pada diskusi bertajuk Peta Elektoral Capres dan Parpol di Jawa Barat Jelang Pemilu 2019 yang dilaksanakan di Bakoel Coffie, Cikini Jakarta Pusat, Kemarin (6/11/2018).

Survei berlangsung di wilayah Jawa Barat. Pengambilan data dilakukan selama periode 9 sampai 15 Okotober 2018. Pengambilan sampel dilakukan dengan Multi Stage Random Sampling. Adapun jumlah sampel dalam survei ini sebesar 1.200 responden pada tingkat kepercayaan 95% dan margin of error (MoE) sebesar +2,8%.  

Direktur Indopolling Wempy Hadir memaparkan, jika Pileg dilaksanakan hari ini, PDIP masih unggul dengan elektabilitas sebesar 19,5%. Disusul oleh Partai Gerindra (13,8%). Sementara Partai Golkar terpental di urutan ketiga dengan elektabilitas sebesar 9,2% dari yang sebelumnya berada di urutan kedua pada Pileg 2014.

Elektabilitas partai lain secara berturut-turut adalah PPP (4,7%), PKB (4,3%), dan Partai Demokrat 3,4%. Sementara elektabilitas partai lainnya masing-masing masih di bawah 2%. Potensi pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters) masih tersisa sebesar 32,5%.

Temuan elektabilitas Partai Gerindra yang  saat ini berada di posisi kedua cukup mengejutkan dan mengubah peta konstalasi partai peserta pemilu di Jawa Barat.

"Tingginya elektabilitas Partai Gerindra mengkonfirmasi efek elektoral pencapresan Prabowo-Sandi terhadap partai tersebut," ujar Wempy.

Menurutnya, dari temuan hasil survei juga terlihat sebaran wilayah dukungan. PDI-P cenderung menguasai Zona Wilayah Jabar Utara (Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Purwakarta dan Subang) serta Zona Wilayah Jabar Timur (Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Sumedang).

Sementara Partai Gerindra terlihat unggul di Zona Wilayah Jabar Barat (Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kota Depok. Dua zona wilayah lain, wilayah Jabar Tengah (Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Cianjur) serta wilayah Jabar Selatan (Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikamalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran dan Kota Banjar) menjadi wilayah pertempuran (battle ground) antara PDI-P dengan Gerindra.

Hasil Survei juga mengungkap temuan bahwa PDIP masih menjadi partai yang kinerjanya dinilai paling memuaskan oleh publik Jawa Barat.

AYO BACA : Hasil Pertandingan Liga Champions 7 November Dini Hari

Setidaknya terdapat 33,4% publik Jawa Barat yang menyatakan puas terhadap kinerja PDIP. Disusul oleh Partai Gerindra (28,6%), Partai Golkar (23,5%) dan PKS (22,3%). Sementara kepuasan terhadap kinerja partai lainnya masing-masing di bawah 20%.

Tiga partai teratas yang dinilai paling pro rakyat secara berturut-turut adalah PDI-P, Partai Gerindra, dan Partai Golkar. Sementara tiga Partai teratas yang dinilai paling Islami adalah PPP, PKB, dan PKS. Mayoritas masyarakat Jawa Barat juga menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-JK.

“Saat ini tingkat kepuasan terhadap kinerja Jokowi–JK sebesar mencapai 55,3%. Meski demikian masih terdapat 37,8% publik Jawa Barat yang tidak puas. Sisanya 7,0% tidak menjawab,” ungkapnya.

Kinerja pemerintahan Jokowi-JK mendapatkan apresiasi yang cukup baik dan dianggap berhasil dalam hal penyediaan akses pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, keamanan, dan reformasi birokrasi. Kinerja yang  masih dianggap kurang berhasil oleh publik Jabar di antaranya dalam hal pemberantasan korupsi, penyediaan lapangan kerja, serta penyediaan sembako dengan harga yang terjangkau.

Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin sampai saat ini masih unggul di Jawa Barat dengan elektabilitas sebesar 28,8%. Sementara elektabilitas pasangan Prabowo Subianto-Sandi Uno sebesar 23,7%. Meski demikian, masih terdapat potensi pemilih yang merahasiakan jawaban sebesar 29,8%.

Sisanya sebesar 17,8% menyatakan belum punya pilihan (undecided voters). Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) menjadi program yang dinilai sangat bermanfaat bagi rakyat. Lebih dari 90% pemegang kartu KIS dan KIP menyatakan program tersebut sangat bermanfaat.

AYO BACA : Liverpool Tumbang di Beograd

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar