Yamaha Aerox

Bahaya Menyebarkan Berita Hoaks

  Selasa, 06 November 2018   Dadi Haryadi
(Ilustrasi Pixabay)

Seiring berkembangnya zaman, internet semakin diakses orang banyak. Mulai dari anak kecil hingga orang dewasa hampir semuanya menggunakan ponsel yang sudah terhubung ke internet.

Dengan adanya internet, orang semakin mudah untuk membagikan sejumlah informasi yang didapatnya.

Banyaknya aplikasi media sosial pun mendukung orang-orang untuk terhubung dengan orang lain meski terhalang jarak.

Orang kini tidak perlu menonton siaran berita di televisi atau membaca surat kabar untuk mendapatkan berita atau informasi terbaru, karena informasi banyak disebarkan melalui media sosial maupun aplikasi chatting seperti Line atau WhatsApp.

AYO BACA : Selama Oktober, Kominfo terima 67 Aduan Berita Hoaks

Kini pun, semua orang bisa menjadi netizen yang membagikan berita di media sosialnya tanpa menjadi reporter terlebih dahulu.

Namun, yang sangat disayangkan, berita atau informasi yang disebarluaskan melalui media sosial masih banyak yang datanya tidak valid. Masih banyak orang yang menyebarkan berita palsu untuk kepentingan pribadinya atau sekadar iseng semata.

Misalnya, berita penculikan anak dan penjualan organ tubuh anak yang tersebar di media sosial seperti Facebook. Berita ini mengakibatkan para orang tua lebih waspada bahkan cenderung ketakutan dan panik.

Setelah diselidiki, pihak kepolisian berhasil menangkap beberapa orang yang menuliskan status di media sosialnya mengenai penculikan yang belum tentu kebenarannya alias hoaks.

AYO BACA : Media Garda Terdepan Berantas Hoaks

Setelah ditanyai apa maksud dan tujuannya membuat status itu, dan jawabannya hanya iseng, namun dampaknya sangat luas.

Meskipun kita semua memiliki kebebasan berpendapat, namun yang harus kita perhatikan adalah jangan sampai membuat status atau menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya atau yang merugikan pihak lain, karena ada aturan di Undang-Undang ITE yang mengatur mengenai cybercrime.

Mari pilah dan perhatikan kembali apa yang akan kita tuliskan di sosial media, karena apa yang sudah kita bagikan di media sosial akan tetap selalu ada dan tidak akan pernah hilang sampai kapan pun.

Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari hanya karena keisengan semata.

Dinda Maulinda
Mahasiswa Semester 5 Jurnalistik UIN SGD Bandung

AYO BACA : Ngeri, Membayangkan Dampak Hoaks

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar