Yamaha

Kabasarnas: Bodi Besar Pesawat Lion Air PK-LQP Belum Ditemukan

  Minggu, 04 November 2018   Adi Ginanjar Maulana
Rute Penerbangan Lion Air JT-610

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Basarnas menyatakan hingga saat ini belum menemukan bodi besar pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Senin (29/10/2018).

Kabasarnas Muhammad Syaugi menjelaskan tim SAR belum menemukan. "Saya tegaskan, bahwa yang kami temukan dan kami evakuasi adalah bagian skin atau kulit-kulit pesawat cukup banyak di dasar laut. Ini berdasarkan data berupa gambar dan pencitraan dari ROV yang sampai saat telah menyapu area pencarian dengan radius 250 meter persegi," jelasnya, Minggu (4/11/2018).

Selanjutnya, kabasarnas juga menerangkan hasil pencarian CVR pesawat yang sebelumnya sempat terdeteksi ping locator meskipun sangat lemah.

"Sinyal yang diterima ping locator sudah ditelusuri oleh penyelam-penyelam gabungan yang handal, yang sudah kita bagi poin per poin area penyelaman, namun belum berhasil ditemukan secara fisik. Posisinya sekitar 50 meter arah barat laut dari pusat pencarian. Kondisi dasar laut berlumpur, kalau kita tusuk dengan besi satu meter, belum sampai ke dasarnya," jelasnya.

Kabasarnas juga menjelaskan rencana operasi selanjutnya tetap mengandalkan pencitraan dari ROV. Setelah mendapat gambar yang jelas dan presisi, baru dilaksanakan penyelaman. Selain itu, tim SAR juga melaksanakan penyisiran baik ke arah barat maupun ke arah timur di pesisir Pantai Tanjung Pakis. "Penyapuan juga dilaksanakan dari darat, mengingat kemarin dari kawasan itu ditemukan banyak korban," terangnya.

Kabasarnas juga menyampaikan informasi bahwa besok, Senin (5/11/2018) pagi, akan melaksanakan pertemuan dengan para keluarga korban atas undangan dari Lion Air untuk dialog dan memberikan penjelasan terkait pelaksanaan operasi SAR. Tidak hanya Kabasarnas, tetapi Panglima TNI dan Menteri Perhubungan juga diundang pada keaempatan tersebut.

Sementara operasi pencarian pada hari ke 7 saat ini meliputi prioritas 1 untuk pencarian bawah laut yang terbagi dalam 2 sektor, yakni 1A dan 1B. Pada sektor 1A terdapat Kapal Baruna Jaya yang dilengkapi dengan peralatan Multi Beem Exho Sounder (MBES), Ping Locator, dan Remotly Operated Underwater Vehicle (ROV).

Sementara sektor 1B, mengerahkan Kapal Dunamos Pertamina yang dilengkapi dengan peralatan Side Scan Sonar, MBES, Ping Locator, dan Differential Global Positioning System.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar