Yamaha Aerox

UMKM Pelosok Harus Mulai Kenal Daring

  Minggu, 04 November 2018   Mildan Abdalloh
Produk UMKM di Pagelaran Inkubator Bisnis Unpad. (ayobandung.com/Eneng Reni)

PANGANDARAN, AYOBANDUNG.COM-- Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di pelosok masih belum terlalu mengenal penjualan secara dalam jaringan (Daring). Pengetahuan dalam pengelolaan bisnis daring menjadi salah satu kendala.

Brand Manajer JNE Bandung Iyus Rustandi mengatakan dalam beberapa tahun terakhir, pihaknya terus mendorong pelaku UMKM pelosok untuk mulai merambah penjualan secara daring.

"Banyak teman-teman UMKM di pelosok yang masih mengandalkan penjualan secara luring (luar jaringan)," tutur Iyus disela Coorporate Gathering di Pangandaran, Minggu (4/11/2018).

Padahal kata Iyus produk yang dihasilkan tidak kalah dengan daerah lain. Dia mencontohkan, produk sarung Majalaya dan Gorden Pacet Kabupaten Bandung yang mempunyai kualitas bagus. 

Dengan kualitas yang ada, berpotensi menghasilkan tambahan penghasilan jika mulai merambah penjualan secara daring. Pun dengan jaket kulit produksi Sukaregang Garut yang namanya sudah terkenal ke pelbagai daerah di Indonesia.

Namun, baik di pelosok Kabupaten Bandung maupun Garut juga daerah lainnya, masih mengandalkan penjualan secara luring.

"Masalah mereka berbeda-beda, ada yang jaringan, ada juga masalah kurangnya pengetahuan dalam pemasaran produk," ujarnya.

JNE lanjut Iyus terus berupaya mendorong pelaku UMKM untuk mulai merambah penjualan secara daring. Pelbagai pelatihan kepada pelaku UMKM di pelosok diberikan untuk menambah pengetahuan.

"Kami memberikan diskusi dan pelatihan bagaimana melakukan menejemen penjualan daring," ujarnya.

Secara simpel lanjut Iyus, pelaku UMKM pelosok yang masih mengandalkan penjualan luring diberi pemahaman keuntungan penjualan secara daring. Namun, bukan berarti meninggalkan penjualan luring. Penjualan secara daring merupakan salah satu upaya pengembangan usaha.

"Untuk tahap awal, UMKM yang baru belajar berjualan secara daring diarahkan untuk menjualnya di media sosial miliknya," katanya.

Tahapan selanjutnya, kata Iyus adalah pemberian materi pembelajaran bisnis daring secara basic. Termasuk melakukan menejemen penjualan secara daring.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar