Yamaha Mio S

Berita Pilihan: Identifikasi Korban Lion Air hingga Screamous Fesyen Tua Asal Bandung

  Minggu, 04 November 2018   Adi Ginanjar Maulana
Grafis Berita Pilihan.(Defriana)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Kisah tentang pencarian pesawat Lion Air JT610 masih menjadi pilihan utama pembaca ayobandung.com di hari kemarin Sabtu (3/11/2018).

Berita yang menyedot perhatian pembaca yaini mengenai Saychrul Anto, seorang penyelam yang meninggal dunia saat pencarian puing pesawat serta korban Lion Air JT610.

Salah satu anggota tim SAR gabungan yang tengah bertugas mengevakuasi puing-puing pesawat Lion Air JT-610, Syachrul Anto, dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (2/11/2018) malam.

Diduga kuat Anto meninggal dunia akibat dekompresi. Dansatgas SAR, Kolonel Laut Isswarto mengonfirmasi kabar tersebut. Dia mengatakan, Syachrul yang merupakan penyelam di bawah kesatuan Basarnas tersebut ditemukan masih berada di perairan pada pukul 16.30 WIB, Jumat (2/11/2018).

Selanjutnya, berita pilihan lainnya soal tim DVI Polri yang kembali mengidentifikasi jenazah.

Hal ini menambah jumlah total korban yang telah diketahui identitasnya menjadi tujuh jenazah.

Kabid DVI Pusdokkes Polri, Kombes Lisda Cancer menyampaikan data ketiga korban tersebut dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta.

"Hasil sidang rekonsiliasi tim DVI Polri pada pukul 4 hingga 6 sore (Sabtu) memutuskan ada tiga jenazah yang berhasil teridentifikasi," ungkapnya.

Korban yang pertama adalah Endang Sri Bagus Nita (20), perempuan, warga Perum Kedaung, Tangerang, Banten. Jenazah Endah berhasil diidentifikasi memlalui sidik jari dan pemeriksaan medis.

Sementara, korban kedua adalah Wahyu Susilo (31), laki-laki, berdomisili di Trucuk, Klaten, Jawa Tengah. Jenazahnya teridentifikasi melalui data sidik jari, pemeriksaan medis, dan properti.

Korban terakhir yang berhasil diidentifikasi hari ini adalah Fauzan Azima (25), laki-laki, warga Balai Mansiro Sumatera Barat. Sama seperti kedua korban lainnya, jenazah Fauzan juga teridentifikasi melalui sidik jari dan pemeriksaan medis.

Selain itu, Screamous produk fesyen yang masih nghits di Bandung. Produk asli Bandung ini tengah membangun pondasi demi mengokohkan entitas. Seperti halnya segmentasi Screamous yang berada di rentang usia 18-24 tahun.  

Screamous berawal dari keinginan  memulai bisnis di bidang fesyen yang ternyata seru untuk dijalani. 

"Maka tak heran jika desain yang ditampilkan  dalam setiap produk pun mewakili spirit dinamis, young, open minded  namun tetap humble," kata pendiri Screamous, Nino Norman (37).

Nino menilai perbedaan tahun 2004 dengan saat ini  terdapat perubahan. Di awal berdiri, Screamous masih mengikuti tren orang dengan desain yang ramai pada masanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar