Yamaha NMax

Bandung Pisan: 5 Fakta Sentra Roti Babakan Rahayu

  Jumat, 02 November 2018   Fathia Uqimul Haq
Yuyu Yuningsih (kerudung coklat) sedang melabeli kemasan roti Sawargi, Jumat (2/11/2018) di Gang Babakan Rahayu, Kelurahan Kopo, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung. (Fathia Uqimul Haq /ayobandung.com).

BOJONGLOA KALER, AYOBANDUNG.COM--Siapa yang ingin tahu lebih dalam tentang roti pasar yang harganya Rp3000-an? Meski kemasannya tidak seindah kemasan roti di supermarket, soal rasa roti ini tidak kalah bersaing. 

Ayobandung.com sengaja berkunjung ke tempat pembuatan roti kopyor tersebut. Ternyata, roti yang biasa ditemukan di toko dan warung itu berada dibuat di sebuah gang bernama Babakan Rahayu di Kelurahan Kopo, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung. Sekarang gang tersebut dikenal dengan nama Sentra Roti Babakan Rahayu. 

Mau tahu apa saja fakta yang ditemukan? Berikut uraiannya! 

#Roti Disebar ke Semua Pasar se-Bandung Raya

Asal muasal roti pasar ternyata hasil buatan sentra roti Babakan Rahayu. Salah satunya adalah roti kopyor buatan Sawargi.

AYO BACA : Empat Toko Roti Enak di Bandung

Berdiri sejak 1987, roti Sawargi berkali-kali mengubah rasa. Namun, dalam 11 tahun terakhir, roti Sawargi mempertahankan rasa kopyor. Jelas, kualitas kopyornya berbeda dari roti kopyor lain lantaran dibuat oleh tangan sendiri. 

#Kopyor Dibuat Manual 

Butuh 4,2 sampai 9 kuintal kelapa untuk membuat kopyor sebagai isian roti. Perjalanan membuat kopyor dimulai dari memarut kelapa, mengadon di mesin pemutar adonan, kemudian bahan-bahan seperti gula, vanili, dan tepung beras disatukan.

Kualitas kopyor buatan Sawargi membuat orang tidak ingin lari ke roti lain. Pasalnya, roti kopyor lain seringkali bau karena membeli kopyor yang telah dikemas. Menurut Yuyu, pemilik Sawargi, bahkan ada roti dengan isian kelapa mentah dicampur gula tanpa proses selanjutnya.  

#Sawargi Sempat Mengubah Rasa sebanyak 8 kali

AYO BACA : Bandung Pisan: Gang Babakan Rahayu, Sentra Roti asal Bojongloa Kaler

Yuyu mengawali bisnis roti dengan membuat semacam roti goreng. Kemudian dia berganti ke roti empat rasa seperti isian keju dan cokelat.

Selanjutnya, Sawargi mengubah rasa menjadi roti podeng, sejenis bolu gula merah. Lalu merambah ke roti Bangket, pindah ke roti isi kacang, selai durian, roti kasur, dan 11 tahun menjalankan pembuatan roti kopyor.

Roti kopyor masih disukai pelanggan lantaran Sawargi memiliki kopyor dengan rasa yang masih segar. 

#Karyawan berasal dari Saudara Sendiri 
Yuyu mendapatkan bantuan dari saudaranya untuk membuat roti. Dari anaknya, kakaknya, saudara-saudara di kampung, serta orang terdekat. Maka dari itu, pabrik rotinya dinamakan Sawargi yang berasal dari Bahasa Sunda, yang berarti saudara sendiri. 

#Sawargi Milik Anak Perintis Pabrik Roti
Ternyata, Yuyu Yuningsih (52) adalah anak dari perintis pabrik roti di Sentra Roti bernama Danu.

Dia bercerita, ayahnya adalah seorang tentara yang pensiun muda. Setelah pensiun, dia berbisnis apa saja, bukan cuma kuliner. Namun, usaha rotinya terbilang maju hingga karyawannya bisa mendirikan pabrik roti sendiri di Gang Babakan Rahayu. Alhasil, 28 pabrik roti itu adalah hasil didikan Almarhum Danu dan anak-anak dari Danu sendiri.

AYO BACA : Menyeruput Kopi dan Roti Gandum di Warung Kopi Udinwati

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar