Yamaha Lexi

Kopi Joss dan Kehangatan Angkringan Mas Jo

  Jumat, 02 November 2018   Adi Ginanjar Maulana
Kopi Jos Mas Jo di dekat ITB.

Anda warga Bandung penyuka kopi? Meski Kota Kembang punya berjuta destinasi kuliner, jangan melulu menongkrong di kedai-kedai masa kini hanya karena masalah gengsi.

Sesekali, sambangi kaki lima dan temukan suasana yang jauh lebih akrab di sana.

Angkringan misalnya, tempat ini dapat menjadi alternatif bersantap murah atau sekadar tempat berbincang untuk melepas penat usai kesibukan yang melelahkan.

Berbicara angkringan, bagi anda yang pernah bertandang ke Kota Gudeg, Yogyakarta, pasti tak asing lagi mendengarnya.

Tempat makan sederhana yang terkenal dengan sajian nasi kucing ini, kini sudah banyak dijumpai di Bandung, lho. Namun, meski melegenda dengan nasi kucingnya, ternyata angkringan memiliki suguhan istimewa lain yang menambah kekhasan dan keunikannya.

Tak perlu jauh-jauh ke Yogyakarta, Angkringan Mas Jo di Jalan Gelap Nyawang, tepatnya di depan Gedung Magister of Business Administration Institut Teknologi Bandung (MBA ITB) siap menjawab rasa penasaran Anda.

Angkringan Mas Jo menyediakan kopi yang teknik penyeduhannya masih mempertahankan kearifan lokal, yakni secara tubruk. Bukan sembarang tubruk, ada campuran "benda" di dalamnya yang kemudian menjadi asal muasal penyebutan nama kopi itu sendiri.

Tepat sekali! Kopi Joss. Namanya terdengar biasa, lantas apa yang membuatnya berbeda dengan kopi-kopi lain? Jawabannya terletak pada arang yang dicelupkan ke dalam kopinya. Aneh memang, tapi nyata adanya.

AYO BACA : Empat Brand Kopi Legendaris Khas Bandung

Taraf maksimal ketika menikmati segelas Kopi Joss akan begitu terasa jika proses pembuatannya dilakukan dengan benar.

Airnya mesti dimasak menggunakan ketel di tungku arang. Hal tersebut dipercaya bakal menghasilkan cita rasa tersendiri yang menjadikan peminumnya enggan berpaling.

Air yang telah mendidih lalu dituang ke gelas berisikan kopi bubuk bercampur beberapa sendok gula pasir atau susu kental manis.

Kepulan uap dan aroma khas kopi yang telah diaduk langsung menyerbak dan tercium sempurna oleh rongga hidung.

Tak sampai di situ, Mas Jo, sang pemilik angkringan, akan menambahkan arang membara yang telah bersih dari sisa abu.

Joss... terdengar cukup jelas bunyi mati arang beradu dengan gelas kopi. Paduan suara segelas kopi panas dengan arang itulah yang agaknya digunakan sebagai penamaan Kopi Joss.

Suspensi pekat yang mengisi segelas Kopi Joss kemudian disajikan kepada pemesannya. Nikmatnya Kopi Joss siap menemani malam pembeli di lesehan yang disediakan atau di kursi panjang depan gerobak angkringan.

Terlepas dari kenikmatannya, muncul pertanyaan apakah Kopi Joss aman diminum? Tenang saja, Kopi Joss aman dikonsumsi bahkan mendatangkan manfaat bagi tubuh.

AYO BACA : Javaco, Harta Karun Kopi dari Bandung

Riset membuktikan, arang yang dipanaskan pada suhu di atas 250 derajat Celsius akan menjadi karbon aktif yang berguna mengikat polutan dan racun.

Karbon yang teraktivasi berperan mengurangi ampas dan kafein dalam kopi. Arang yang digunakan pun berasal dari kayu sambi yang aman digunakan sebagai campuran minuman.

Buka dari pukul 17.00-24.00 WIB, angkringan Mas Jo selalu ramai karena harganya yang merakyat. Harga sajiannya berkisar Rp3.000-Rp12.000. Untuk menikmati segelas Kopi Joss, Anda cukup merogoh kocek Rp8.000. Tak hanya Kopi Joss, ada pula minuman lain yang bisa dicoba seperti kopi susu, teh susu, teh jahe, jahe susu, minuman saset, dan lainnya. 

Apa pun minumannya, kurang afdal jika tak turut menyantap nasi kucing. Tersedia bermacam pilihan lauk, namun yang paling digemari ialah oseng tempe dan sambal teri.

Menyeruput Kopi Joss juga bisa ditemani beragam sundukan seperti sate usus, sate telur puyuh, sate kulit, ceker, kepala ayam, jeroan, aneka gorengan, roti bakar, dan jajanan khas angkringan lainnya.

Pembeli bisa meminta kepada Mas Jo untuk menghangatkan kembali lauk-lauk tersebut dengan cara dipanggang. Aroma lauk usai dipanggang begitu membangkitkan selera dan gairah makan.

Angkringan Mas Jo menjadi favorit mahasiswa yang dalam urusan mengenyangkan perut harus benar-benar memperhitungkan bujet pengeluaran.

Ditambah, kehangatan Mas Jo dan pegawainya sangat berkesan bagi pengunjung sehingga merasa lebih dekat. Bagaimana? Tertarik untuk menikmati Kopi Joss dan suasana penuh ramah tamah di Angkringan Mas Jo? Sertakan Kopi Joss dalam daftar kuliner yang harus dicicipi dan segera agendakan malam Anda untuk menikmati seduhan kopi khas Kota Pelajar ini.

Reta Amaliyah Shafitri

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Jurnalistik UIN Bandung

AYO BACA : Menyesap Cerita di Kopi Toko Djawa

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar