Yamaha Mio S

Menyeruput Hangatnya Bajigur di Awal Musim Hujan

  Selasa, 30 Oktober 2018   Andres Fatubun
Bajigur dan gorengan Hj. Siti Maemunah di Jl Cisangkuy, Bandung. (Yudianto Nugraha)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Musim hujan sudah tiba. Hari-hari mulai dihiasi gerimis, terkadang hujan lebat. Udara terasa semakin dingin dan makanan yang paling cocok adalah yang hangat-hangat. Salah satunya adalah minuman tradisional legendaris khas masyarakat Jawa Barat, bajigur.

Dari sekian banyak pedagang bajigur di Kota Bandung, yang paling terkenal adalah Bajigur Hj. Siti Maemunah yang berlokasi di Jalan Cisangkuy No 32, Cihapit. Kedai bajigur yang sudah ada sejak 1958 ini merupakan warung generasi kedua yang diteruskan oleh sang anak Imas dan Yadi. 

“Asalnya dulu di Jalan Supratman dekat Pusdai, di sini sudah ada kurang lebih 10 tahun, pindah karena rekomendasi dari wali kota terdahulu,” ucap Yadi saat ditemui Ayobandung.com, beberapa waktu lalu.

Warung kaki lima bajigur ini sudah terkenal di luar Bandung.   

Hal itu diakui oleh seorang pengunjung bernama Ica yang berasal dari Bekasi dan kuliah di Universitas Indonesia. Ia menuturkan, jika dirinya berkunjung ke Bandung, ia tak lupa mampir ke warung Bajigur Hj. Siti Maemunah. 

AYO BACA : Bajigur Durian Asoy: Nikmatnya Kombinasi Bajigur, Durian & Kelapa Muda

“Suasananya sederhana dan asyik. Bajigurnya enggak ada duanya ditambah gorengan nangkanya juga enak,” katanya.

Kedai bajigur ini buka pukul 18.00-24.00 WIB.

Selain bajigur, disediakan menu lainnya seperti bandrek, jeruk panas, nangka goreng, nanas goreng, tahu isi, dan tahu polos.

Harga yang dipatok untuk satu gelas bajigur dan bandrek sebesar Rp7.000 dan untuk gorengan Rp1500 per buah.

Bajigur Hj. Siti Maemunah disajikan dalam satu cangkir gelas yang di dalamnya ditambah kolang-kaling. Sangat sederhana tetapi mempunyai cita rasa yang melegenda. (Yudianto Nugraha)

AYO BACA : Minuman Tradisional yang Cocok untuk Kaum Jomblo Ngenes Pencari Kehangatan

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar