Yamaha Mio S

AYO PEMUDA: Muda-Mudi Kabupaten Bandung Pecahkan Rekor ORI

  Minggu, 28 Oktober 2018   Mildan Abdalloh
(Ilustrasi Pixabay)

SOLOKANJERUK, AYOBANDUNG.COM -- Memperingati haru sumpah pemuda, ribuan muda-mudi menggelar acara color run di Kecamatan Solokanjeruk, Minggu (28/10/2018).

Banyaknya muda-mudi yang turut berpartisipasi, peringatan sumpah pemuda bertajuk Color Run Soljer 2018 tersebut berhasil memecahkan rekor Original Recor Indonesia (ORI) kategori membacakan teks sumpah pemuda dengan peserta terbanyak.

Berdasarkan data yang dimiliki ORI, pembacaan teks sumpah pemuda dalam color run tersebut, mencapai 3.333 orang.

"Untuk peserta color run terbanyak mungkin sudah ada, namun, kalau sampai membacakan teks sumpah pemuda, baru kali ini dilakukan," kata pihak ORI, Rita Biduri.

AYO BACA : AYO PEMUDA: Silaturahmi ala Komunitas Bandung Skateboarder

Anggota DPR RI Komisi IV, Cucun Ahmad Syamsurijal, yang turut hadir pada saat itu, mengatakan, gelaran color run soljer 2018 merupakan salah satu upaya dalam memersatukan generasi muda.

Terlebih dalam kegiatan yang digelar untuk memperingati sumpah pemuda tersebut, dilakukan juga pembacaan teks sumpah pemuda yang memecahkan rekor ORI.

"Membacakan teks sumpah pemuda secara bersama, mengingatkan kekuatan pemuda terdahulu," katanya.

Sumpah pemuda yang mempunyai semangat kebersamaan, kata Cucun harus ditanamkan dalam jiwa kaum milenial. Terutama saat ini yang sedang menghadapi tahun politik.

AYO BACA : AYO PEMUDA: Membangun Budaya Literasi Ala Rumah Diskusi

"Tahun ini adalah tahun politik, semua bisa menjadi pecah," ucapnya.

Generasi muda, harus menamkan nilai-nilai yang terkandung dalam teks sumpah pemuda. Para generasi milenial ini harus terus maju bersama, untuk memerangi ideologi - ideologi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.

"Jangan sampai mereka terkotak-kotakan untuk kepentingan satu kelompok," katanya.

Pantauan, color run soljer 2018 yang digelar untuk memperingati sumpah pemuda, dihadiri oleh ribuan muda-mudi Kabupaten Bandung. Ribuan muda-mudi tersebut berjalan dan berlari kecil di jalur yang telah disediakan. Selama berlari, mereka saling melempar bubuk berwarna.

Akibatnya, seluruh peserta yang mengenakan kaus putih. Setibanya di garis finish, seluruh pakaian berubah warna, karena disepanjang perjalanan saling melempari bubuk warna.

Setelah mengikuti lari bersama, ribuan pemuda ini kemudian berkumpul di salah satu lapang dan membentuk formasi lingkaran besar, lalu membacakan teks Sumpah Pemuda secara bersama.

AYO BACA : Ayo Pemuda: Dongeng dan Tulisan yang Menyembuhkan ala Kokomang

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar