Yamaha Mio S

Mengenal NWAE, Satu-satunya Komunitas Freestyle Soccer di Bandung

  Sabtu, 27 Oktober 2018   Adi Ginanjar Maulana
Beberapa anggota Komunitas NWAE sedang bermain freestyle soccer di GOR Saparua, Sabtu (26/10/2018).(Siti Rahayu)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM–Berbicara mengenai kreativitas anak muda di Kota Bandung memang tidak akan ada habisnya. Terbukti dengan munculnya beragam komunitas di kota ini, salah satunya komunitas NWAE Freestyle Soccer Bandung.

Freestyle soccer atau juga dikenal dengan nama lain freestyle football merupakan olahraga akrobatik bermain bola gaya bebas menggunakan kaki. Wakil Presiden NWAE, Indra Sukmaya menuturkan awal mula nama komunitas NWAE itu sendiri.

Berawal dari celetukan para pendiri NWAE ketika mengikuti kompetisi futsal tingkat nasional di Jakarta, yang pada saat itu belum memiliki nama tim. Salah satu dari mereka mengatakan naon we lah untuk menamai tim mereka. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, naon we lah artinya apa saja.

“Dari kelima pendiri tersebut selain basicnya sepak bola juga suka juggling dan tertarik sama freestyle skill kaya pemain Eropa. Kata-kata itu (naon we lah) disingkat menjadi NWAE biar kesannya Eropa,” tuturnya saat ditemui di GOR Saparua, Sabtu (27/10/2018).

Lebih lanjut Indras--panggilan akrab Indra Sukmaya--mengatakan pembentukan komunitas NWAE Freestyle Soccer Bandung awalnya bertujuan untuk membentuk sindrom freestyle soccer di Bandung khususnya.

“Bermain freestyle soccer tuh tidak sesulit yang dibayangkan, ketika kami belajar langsung tidak akan susah daripada sekadar menonton dari video,” ungkapnya.

Komunitas yang telah berdiri sejak 25 Mei 2006 ini memiliki anggota lebih dari 50 orang. Akan tetapi, anggota yang terbilang masih aktif berlatih sekitar 25 sampai 30 orang.

Selain itu, komunitas ini juga telah memiliki struktur keanggotaan yang terdiri dari presiden, wakil presiden, menteri keuangan, sekretaris, bagian administrasi, dan bagian negosisasi.

Indras memaparkan berbagai kegiatan yang sering dilakukan oleh komunitas NWAE. “Kegiatan intinya tetap berlatih freestyle soccer pada Sabtu dan Minggu, tapi tak jarang pada hari itu juga kami mengadakan kegiatan futsal atau kegiatan yang berkaitan dengan sepak bola lainnya,” jelasnya.

Kegiatan berlatih freestyle soccer sebelumnya dilakukan di Balai Kota Bandung. Akan tetapi, saat ini tempat tersebut merupakan wilayah pemerintaah dan tidak diperbolehkan ada aktivitas komunitas, maka komunitas NWAE berpindah ke GOR Saparua pada Sabtu sore dan CFD Dago di Minggu pagi.

Selain itu, komunitas NWAE juga melakukan kegiatan lain seperti berkemah, touring, atau bahkan silaturahmi dengan komunitas freestyle soccer lainnya di luar kota Bandung.

Indras mengakui komunitas NWAE merupakan satu-satunya komunitas freestyle soccer di Kota Bandung dan yang paling terbesar serta tertua di Indonesia. Tak hanya itu, komunitas ini juga telah resmi diakui federasi dunia.

Komunitas NWAE juga mendulang banyak prestasi, karena hampir semua kompetisi freestyle soccer yang digelar di Kota Bandung diikuti oleh komunitas ini.

Prestasi yang paling membanggakan adalah ketika salah satu anggota komunitas NWAE berhasil menjadi perwakilan Indonesia di kompetisi freestyle tingkat Asia pada 2012 lalu. Prestasi lainnya juga sempat disabet komunitas NWAE, seperti juara 1 tingkat kota Bandung, dan juara 1-2-3 tingkat nasional.

Langkah ke depannya, NWAE berkeinginan untuk mengadakan freestyle soccer school dengan targetan anak-anak sekolah, mulai dari SD, SMP, dan SMA.

Besar harapan Indras selaku salah satu pecinta olahraga freestyle soccer agar olahraga ini tidak dianggap sulit. (Siti Rahayu)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar