Yamaha NMax

Mario Gomez Ancam Hengkang dari Persib, Ini Sikap PT PBB

  Jumat, 26 Oktober 2018   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Komisaris PT PBB Kuswara S. Taryono saat konferensi pers di Graha Persib Jalan Sulanjana, Jumat (26/10/2018) malam.(Eneng Reni/ayobandung.com)

CICENDO, AYOBANDUNG.COM-- PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) mengambil sikap atas pernyataan Pelatih Persib Bandung Mario Gomez yang blak-blakan tidak ingin bertahan bersama Maung Bandung pada musim depan.

Gomez dengan tegas menyebut tidak akan melanjutkan kontrak bila tidak diminta Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar.

"Kami di manajemen itu sebuah korporasi yang tidak person to person. Pak Glenn, Pak Teddy, saya, Pak Umuh, dan Pak Zainuri, satu kesatuan. Apa pun bergerak yang terbaik bagi Persib. Kami sesuai UU Persero Terbatas (UU PT) melakukan sesuatu dengan porsinya," ungkap Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat Kuswara S. Taryono dalam konferensi pers PT PBB di Graha Persib, Jumat (26/10/2018) malam.

Pihak manajemen mengklaim selalu memerhatikan kinerja dan kelangsungan tim baik pelatih, pemain, maupun ofisial.

"(Kami) memerhatikan betul sesuai dengan hak dan kewajibannya. Tidak hanya laga kandang sebelum atau sesudah sanksi, tapi termasuk laga tandang. Jadi perhatiannya begitu maksimal," kata Kuswara.

Meski demikian, manajemen cukup memahami keinginan hengkangnya Gomez pada musim depan. Soal durasi kontrak, pelatih berusia 61 tahun itu sudah menyepakati masa kerja dua tahun terhitung mulai Desember 2017 hingga Desember 2019.

"Durasi kontrak PT PBB dengan Gomez dan Fernando Soler dua tahun," kata Kuswara.

AYO BACA : Pelatih Mario Gomez dan Manajemen Tidak Harmonis?

Pihaknya menyesalkan pernyataan Gomez saat tiba di Bandung, Kamis (25/10/2018). Gomez secara terang-terangan ingin hengkang.

Padahal, pada klausul kontrak salah satu pasalnya menyebutkan, apabila ada keluhan dalam bentuk apa pun disampaikan kepada manajer dan secara tertulis. Selanjutnya, manajemen dapat mempertimbangkan hal yang disampaikan. 

"Klausul ini sudah disampaikan dan disetujui dua belah pihak, baik Gomez maupun Soler. Pada pasal 13 menyatakan pelatih tidak diperkenankan mengeluarkan pernyataan atau keterangan yang sifatnya merugikan klub atau mengganggu keharmonisan klub kepada pers baik media cetak dan media elektronik tanpa persetujuan klub," papar Kuswara.

Namun tidak ingin berlarut-larut dalam polemik, Kuswara menegaskan seluruh pihak yang terlibat dalam tubuh manajemen PT PBB adalah satu kesatuan. Bahkan ketika menyinggung, ketidakhadiran manajemen saat laga tandang Persib kontra PSM Makassar, Kuswara menyebut, manajemen sebetulnya selalu mendampingi dan memberikan dukungan kepada klub dalam apa pun bentuknya. 

"Adapun saat laga tandang kemarin, Pak Umuh hadir karena kapasitas beliau tidak hanya jadi komisaris tapi juga sebagai manajer. Saya dan Pak Zainuri mendampingi untuk memberikan support kepada klub. Sesungguhnya tim tidak sendirian. Tim itu selalu diberikan support apa pun bentuknya," katanya.

Oleh karena itu, lanjut Kuswara, saat ini Persib fokus untuk berjuang maksimal dan mendapat poin penuh di tujuh laga sisa. 

"Harapan kami mudah-mudahan tim ini tetap berjuang maksimal dan mendapat poin penuh di tujuh laga sisa. soal hal tadi, kami akan komunikasikan dengan baik pada coach dan Soler. cara dan teknisnya akan dikomunikasikan nanti," ujarnya.

AYO BACA : Persib, Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar