Yamaha Aerox

Okupansi Menurun, Hotel di Lembang Kian Menjerit

  Jumat, 26 Oktober 2018   Mildan Abdalloh
Ilustrasi. (pixabay.com)

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM--Dalam tiga tahun terakhir, pengusaha hotel di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, terus menjerit.

Wakil Ketua PHRI Kabupaten Bandung Barat Eko Suprianto mengatakan, pembangunan hotel di Lembang setiap tahun terus mengalami penambahan. Hal tersebut menyebabkan tingkat hunian hotel di Lembang mengalami penurunan signifikan.

"Hotel sudah terlalu banyak, efeknya tingkat okupansi menjadi rendah," tutur Eko, Jumat (26/10/2018).

Dia mencontohkan, tiga atau empat tahun lalu, tingkat okupansi hotel di Lembang bisa mencapai 60%-70% tiap bulannya. Namun, saat ini okupansinya turun sampai setengahnya.

"Rata-rata okupansi hotel di Lembang saat ini hanya 37%, turunnya sangat signifikan," ungkapnya.

Ada beberapa permasalahan yang menyebabkan hotel di Lembang menjerit. Eko memaparkan, perkembangan hotel dalam tiga atau empat tahun terakhir terus mengalami penambahan.

Menurutnya, pengunjung yang masuk dan menggunakan hotel di Lembang sebagai tempat menginap masih tetap.

"Banyak juga vila pribadi yang difungsikan sebagai home stay. Itu juga mempengaruhi terhadap okupansi hotel di Lembang," imbuhnya.

Selain karena banyaknya pembangunan hotel baru, aktivitas lalu lintas yang padat juga turut menyebabkan hotel di Lembang sepi peminat.

AYO BACA : Potensi Gempa dari 'Ular Panjang' Bernama Sesar Lembang

Saat ini, papar Eko, aktivitas lalu lintas di Lembang sudah sangat padat. Setiap akhir pekan kemacetan menjadi hal biasa.

Kondisi tersebut menyebabkan wisatawan malas untuk menginap di Lembang dengan alasan efektivitas.

"Pengunjung itu bukan hanya menjadikan Lembang sebagai tujuan akhir, tapi juga berkunjung ke objek wisata lain di Bandung Raya," katanya.

Dengan kondisi lalu lintas cukup padat, wisatawan enggan menggunakan hotel di Lembang untuk menginap. Wisatawan lebih memilih menginap di Hotel Bandung yang dianggap lebih fleksibel.

"Memang kunjungan wisata banyak, tapi untuk hunian hotel di Lembang menjadi lesu," ucapnya.

Dengan kondisi tersebut, PHRI berharap agar pemerintah menghentikan izin pembangunan hotel di Lembang. Eko menyarankan supaya pemerintah mengarahkan investor untuk membangun hotel di daerah lain.

"Mestinya pemda mengembangkan wilayah baru. Bukan hanya hotel, tapi wisata baru," katanya.

Jika pembangunan hotel di Lembang terus mengalami penambahan, bukan tidak mungkin pengusaha hotel akan terus menjerit.

Saat ini terdapat 145 hotel di Lembang yang terdata. Jumlah tersebut belum termasuk home stay di desa-desa wisata dan vila pibadi yang difungsikan menjadi penginapan.

AYO BACA : 5 Fakta tentang Sesar Lembang yang Perlu Diketahui

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar