Yamaha NMax

Pemilihan Rektor Unpad Mesti Ditunda

  Jumat, 26 Oktober 2018   Rizma Riyandi
Kampus Universitas Padjadjaran Bandung

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Pemilihan Rektor Universitas Padjadjaran diwarnai berbagai konflik yang cukup menghebohkan publik. Salah satunya dengan kehadiran calon rektor yang bermasalah.

Di sisi lain, Anggota Majelis Wali Amanat (MWA) Unpad Periode 2015-2020, Irfan Afriandi berpendapat, adanya beberapa kelemahan substantif yang terdapat dalam Tata Cara Peraturan Pemilihan Rektor. Oleh karena itu, ia mengimbau agar pemilihan rektor dapat ditunda sampai berbagai permasalahan tersebut diselesaikan.

AYO BACA : Sesepuh Alumni Unpad Kecam MWA Loloskan Calon Rektor Bermasalah

"MWA mesti menunda pelaksanaan pemilihan Rektor Unpad Periode 2019-2024 yang semula diagendakan akan dilaksanakan pada pukul 13.30 sampai 15.00 di hari Sabtu, 27 Oktober 2018, di Gedung Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jalan Dipati Ukur no. 46 Bandung, hingga permasalahan selesai," katanya dalam surat terbuka yang ditulis pada Jumat (26/10/2018).

Ia juga meminta agar MWA merevisi Peraturan MWA Unpad No. 3 tahun 2017 tentang Tata Cara Pemilihan Rektor agar lebih jelas. Di antaranya mengatur mengenai ketentuan cuti bagi pejabat struktural ataupun pejabat lainnya yang berasal dari luar lingkungan Unpad, hak keanggotaan MWA bagi anggota MWA yang turut serta menjadi Bakal Calon dan/atau Calon Rektor, dan peran penting dan kepastian penggunaan hasil penilaian kompetensi para Bakal Calon dan/atau Calon Rektor berapa pun jumlah Bakal Calon.

AYO BACA : Paguyuban Pasundan Dukung MWA Unpad

Selain itu, ia juga meminta agar dua peraturan lain juga diubah. Antara lain mengenai prosedur, penanganan dan pemanfaatan masukan dan/atau pengaduan masyarakat terhadap figur Bakal Calon Rektor, serta tata cara penggunaan hak suara saat pemungutan suara dilakukan.

Dengan begitu, MWA juga mesti mengulang pembentukan dan pengangkatan Panitia Pemilihan Rektor (PPR) dengan cara yang lebih transparan dan terbuka. Termasuk membentuk dan mengangkat Panitia Seleksi Rektor yang diusulkan PPR berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"MWA harus melakukan pergantian antar waktu (PAW) anggota MWA yang tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai anggota MWA, dalam hal ini meminta Senat Akademik mengusulkan nama pengganti Prof. Dr. Obsatar Sinaga dan Kodrat Wibowo, Ph.D," ujarnya.

Irfan menuturkan, pendapatnya itu dikemukakan bukan sekonyong-konyong begitu saja. Pendapat yang ia lontarkan adalah hasil pemikiran dan diskusi bersama beberapa anggota MWA lain, yakni Rudiantara, Oekan S Abdoellah, Yudi Guntara Noor, Kodrat Wibowo, Dudi Aripin, dan Izmu di Olam Restaurant, Hotel J.S. Luwansa di kawasan Kuningan, Jakarta.

AYO BACA : Calon Rektor Bermasalah, GWPU Desak MWA Unpad Bentuk Tim Investigasi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar