Yamaha Aerox

Bandoeng Baheula: Asal-usul Julukan Parijs van Java untuk Bandung

  Jumat, 26 Oktober 2018   Rahim Asyik
Koran Bandung Baheula.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM–Mengapa Bandung diberi julukan Parijs van Java? Dari mana asal-usul julukan Parijs van Java berasal?

Dulu, tanggal 9 April 1938, ada orang yang protes kenapa Bandung sampai dijuluki Parijs van Java. Muasal julukan itu, kata si pemrotes, berasal dari reklame yang dibuat satu pengusaha bioskop (gambar hidoep) agar tontonannya laku.

Padahal mirip Parisnya dari sebelah mana? Pada tahun 1911, yang namanya Bandung masih kelewat jauh untuk dikategorikan sebagai kota. “Dari jalan Merdeka sampai Tegalega, dari Cikudapateuh sampai Andir, kebun bambu dan sawah masih dengan mudah ditemukan,” tulis si pemrotes.

Lagipula, kata si pemrotes, pembuat reklamenya jelas-jelas belum pernah bepergian ke Paris. Belum pernah ke Paris tapi kok bisa-bisanya menyamakan Bandung dengan Paris. Sama di sebelah mananya?

AYO BACA : Inilah Asal Kata dan Kota Bandung

Saking kesalnya si pemrotes menulis, “iklan dari orang yang bodoh disambut oleh orang yang juga masih bodoh.”

Julukan Parijs van Java dipopulerkan Medan Prijaji

Tidak diketahui siapa nama si pemrotes. Dalam koran Sipatahoenan 9 April 1938 hanya disebutkan “kiriman”. Tulisannya sendiri diberi judul “Lain Parijs van Java, tapi Bandoeng Anjar atawa Nieuw-Bandoeng” (Bukan Parijs van Java, tapi Bandung Baru atau Nieuw-Bandung).

Menurut tulisan itu, julukan Parijs van Java dipopulerkan oleh Medan Prijaji, koran yang dipimpin RM Tirtoadisoerjo. “Padahal para pengelola Medan Prijaji seperti Anggawinata, RB Tjitro, M. Wignjodormodjo, dan Mas Marco Kartodikromo sama saja, pada belum pernah ke Paris...,” tulisnya.

AYO BACA : Bandoeng Baheula: Sumur Bandung, Sumur yang Dikeramatkan

Disebutkan pula, dalam buku yang dikarang oleh orang Cirebon, julukan itu juga direklamekan. Padahal sekali lagi, semua yang ada di Bandung masa itu, tak ada mirip-miripnya dengan Paris. Bedanya bagaikan bumi dengan langit.

Masa ketika orang senang memberi julukan

Memang orang-orang pada masa itu senang memberi julukan. Garut dan Pacet misalnya, diberi julukan Swiss van Java atau Switzerland van Java. Pangandaran dijuluki Napoli van Java.

Tak peduli apakah si pemberi julukan pernah ke Swis atau ke Napoli atau tidak. Pokoknya keren.

Keluhan si pemrotes tentang asal-usul julukan Parijs van Java itu rupanya ada yang menimpali. Namanya Hajati. Kata Hajati, mereka yang menjuluki Bandung dengan julukan Parijs van Java bukannya tak punya kira-kira atau perasaan.

Pemberian julukan itu juga tak perlu mirip dan tepat, meski ada kecocokannya dalam hal ramai, “sari asri rea panghegar”.

Selanjutnya katanya…Toeroeg-toeroeg kawentar tempat soengapan “mode” nepi ka dina hidji mangsa mah kawentar bendo-bandoeng, geloeng-bandoeng, kabaja-bandoeng, djeung djaba ti eta. ... toeroeg2 kawentar jen istri bandoeng gareulis, althans di bandoeng rea noe gareulis....

AYO BACA : Bandoeng Baheula: Dari 25 Keluarga Jadi 1.203.287 Jiwa

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar