Yamaha Aerox

IoT Goes to Market 2018 Akan Berlangsung di 5 Kota

  Jumat, 26 Oktober 2018   Dadi Haryadi
IoT Goes to Market 2018. (Istimewa)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Indonesia IoT Forum menggelar kampanye IoT Goes to Market 2018 untuk memperkenalkan Internet of Things (IoT) sebagai solusi meningkatkan produktivitas dan efisiensi bagi industri dan masyarakat.

Teguh Prasetya, Founder Indonesia IoT Forum, mengatakan, industri IoT di Indonesia saat ini mulai tumbuh, para pemain IoT memanfaatkan berbagai teknologi dan frekuensi yang sudah dapat digunakan, baik licensed maupun unlicensed sembari menunggu aturan alokasi frekuensi nonseluler dari regulator.
 
"Solusi IoT membantu perusahaan dari berbagai aspek, salah satunya mengurangi potensi kerugian akibat aktivitas bisnis atau produksi yang tidak maksimal. IoT juga membantu memberikan data yang lebih akurat dan cepat sehingga keputusan bisnis dapat diambil dengan lebih tepat,” ujarnya, seperti dalam keterangan resmi yang diterima Ayobandung.com, Kamis (25/10/2018).
 
Tahun ini, Indonesia IoT Forum memulai kampanye IoT Goes to Market yang berisi berbagai kegiatan untuk mengedukasi, melihat potensi bisnis, maupun menggali kemampuan para makers di daerah.

“Sebagai connectivity layer dan salah satu dari lima teknologi kunci, IoT harus didorong untuk tumbuh dan menumbuhkan banyak pengusaha lokal. IoT Goes to Market diadakan untuk memulai hal ini,” katanya.

Kampanye IoT Goes to Market 2018 merupakan rangkaian kegiatan berupa seminar, focus group discussion (FGD), dan workshop. Kegiatan seminar diharapkan menjadi ajang edukasi mengenai IoT baik dari sisi layanan maupun teknologi kepada potensial pasar dan masyarakat. Adanya FGD diadakan untuk menyerap masukan dan kebutuhan para pelaku industri yang menjadi landasan kegiatan workshop bagi para makers.

AYO BACA : IoT Goes to Market Hadir di Bandung

Gathering sebagai kegiatan penutup diharapkan dapat menjadi ajang konsolidasi sesama pemain IoT dan pemangku kepentingan seperti regulator dan asosiasi lainnya, termasuk menetapkan langkah selanjutnya untuk tercapainya target Making Indonesia 4.0. 

Bandung menjadi kota pertama berlangsungnya kegiatan focus group discussion bagi para pelaku industri dan workshop bagi para makers di Jawa Barat. Hari ini, kegiatan di Jakarta di mulai dengan Seminar Bisnis IoT di Indonesia, Makers: Dari Hobi Menjadi Bisnis.

Ismail, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI), Kemeterian Komunikasi dan Informatika mengatakan, teknologi IoT merupakan teknologi yang unik. Untuk bisa mendapatkan keuntungan dari teknologi tersebut harus didasarkan pada use case yang bisa mendukung proses bisnis dari suatu aktivitas.

“Tujuan yang diinginkan jelas yaitu meningkatkan revenue, efisiensi atau mengurangi cost, atau bisa juga memberikan satu nilai baru dalam proses bisnis. Untuk bisa memperoleh hal tersebut, tentunya diperlukan solusi-solusi lokal yang bisa menyelesaikan permasalahan yang ada,” jelasnya.
 
Ismail menambahkan solusi lokal ini bisa digali oleh makers atau komunitas lokal yang tahu permasalahan sesungguhnya di pasar. IoT akan siap untuk dibawa ke pasar jika memang terbukti bisa memberikan nilai tambah dengan cost yang tidak semahal solusi lainnya.

“Maka dari itu, mendorong para makers adalah hal yang penting agar tercipta use case yang customized yang pada akhirnya bisa memberikan dampak yang signifikan,” pungkasnya.

AYO BACA : Generasi Milenial Harus Bisa Manfaatkan Internet of Things

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar