Yamaha

Busana Muslim Bandung Jadi Mazhab Fesyen Dunia

  Kamis, 25 Oktober 2018   Mildan Abdalloh
Penjual busana muslim di Pasar Baru. (Anggun Nindita/AyoBandung)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM--Indonesia saat ini sedang menyiapkan diri sebagai mazhab busana muslim dunia.

Kepala Dinas Industri dan Perdagangan Kabupaten Bandung Popi Hopipah mengatakan, produk busana muslim Kabupaten Bandung secara kualitas dan mode tidak kalah dengan poduk fesyen negara lain.

Saat Indonesia sedang mempersiapkan diri sebagai mazhab busana muslim dunia, produk sejenis Kabupaten Bandung justru telah lama melanglang dunia.

"Selain di dalam negeri, pakaian muslim dari Kabupaten Bandung telah melanglang ke pelbagai negara seperti Malaysia, Brunei Darusalam, dan beberapa negara lainnya di Asia," tutur Popi, Kamis (25/10/2018).

Sebagai salah satu pusat fesyen busana muslim yang sudah diekspor ke pelbagai negara, perputaran uang di masyarakat juga tebilang besar.

Popi mencontohkan, sentra busana muslim di Cicalengka dan Rancaekek setiap pekannya mampu memutarkan uang sampai miliaran rupiah.

"Setiap pekan seorang pelaku UMKM busana muslim membelanjakan Rp50 juta untuk bahan baku. Itu belum termasuk upah kerja, transportasi, dan lainnya. Jadi perputaran uangnya sangat besar," katanya.

AYO BACA : Bekraf Pacu Pengembangan Produk Fesyen

Namun, Popi mengakui masih terdapat kelemahan yang harus dibenahi supaya produk busana muslim Kabupaten Bandung bisa lebih diakui dunia. Salah satunya dalam standar penomoran busana muslim yang hendak diekspor ke Eropa.

"Ukuran yang digunakan masih mengikuti dalam negeri. Kalau eropa kan ukurannya bebeda," ucapnya.

Untuk itu, Pemkab Bandung, kata Popi, terus melakukan pembinaan kepada pelaku usaha busana muslim.

Pembinaan dilakukan dengan memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat, baik bersifat peningkatan produksi maupun kualitas. Setiap tahun tidak kurang dari 250 orang dilatih oleh ahli.

"Kementerian Perdagangan juga siap memberikan pelatihan kepada para pelaku UMKM busana muslim ini dengan mendatangkan desainer ternama untuk memberikan pelatihan kepada mereka," ujarnya.

Selain pembinaan dan pelatihan, hal tersebut juga untuk meningkatkan perluasan kawasan UMKM di Kabupaten Bandung sebagai kampung wisata. Pihaknya juga didukung oleh dinas lainnya, seperti untuk infrastruktur jalan didukung oleh Dinas PUPR, untuk penataan lingkungan oleh Dinas LH, serta bebagai dinas lainnnya.

"Sehingga nantinya sentra-sentra produksi ini bisa sekaligus menjadi kampung wisata. Wisatawan bisa datang melihat langsung proses produksi. Ya, termasuk di kawasan UMKM busana muslim ini," tutupnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar