Yamaha Lexi

Food Street Valkenet Malabar, Wisata Kuliner Anyar di Kota Bandung

  Rabu, 24 Oktober 2018   Fathia Uqimul Haq
Rivan Permana sedang membuat kopi di lapak barunya yang bernama Vallkenet Koffie, Taman Pers. (ayobandung.com/Fathia Uqimul Haq)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Muhammad Supendi (35) mengaku senang dengan penataan dan peresmian PKL Malabar menjadi pusat kuliner baru di tengah Kota Bandung. Setelah melanjutkan berdagang dari usaha bapaknya dalam dua bulan terakhir, Supendi sebagai pedagang gorengan merasa lebih baik dengan fasilitas tenda, listrik, dan air yang disediakan oleh pihak sponsor dan dukungan dari Pemkot Bandung.  

"Sudah lama dulu ayah saya berdagang binatang di sini. Lalu saya lanjutkan jadi dagang gorengan. Dulu kan ini zona merah, jadi setelah resmi ada rasa aman juga. Ditambah kami diberikan fasilitas tenda, gerobak, ada listrik dan air," katanya, Rabu (24/10/2018).

Sebelum ditata, Supendi mengaku berat untuk membongkar-pasang tenda yang dia lakukan setiap hari. Ketika hari menjelang malam, Supendi mesti tutup warung lantaran tidak cukupnya penerangan yang memadai di areal Taman Pers, Jalan Malabar ini.  

"Dulu juga enggak ada air, sekarang setiap lapak dikasih lampu. Ada air juga," ujarnya.

Begitu pun Rivan Permana (20). Sejak lama dia ikut berjualan milkshake di gerobak bersama kakaknya di sepanjang Jalan Malabar. Akhirnya penataan yang dilakukan Pemkot Bandung bersama Mayora Grup dan pihak terkait dapat menambah usaha baru baginya.

"Dulu di gerobak aja jualan bubble milkshake. Sekarang jualan kopi. Ini baru mencoba soalnya kita dikasih gerobak dan lapak di sini," katanya.  

Kopi yang disediakan tentu berbeda dari warung kopi PKL pada umumnya. Lapak yang dia namakan Vallkenet Koffie ini menyediakan kopi dari Palasari, Patuha, dan Ciwidey. Bak kedai kopi pada umumnya, Rivan memberikan sajian kopi asli di tengah deretan Teh Pucuk Harum Food Street Valkenet Malabar.  

AYO BACA : 3 Bubur Ayam di Bandung yang bisa Disantap Malam Hari

"Harapan ke depan kami semakin aman nyaman. Pemkot terus bisa memperjuangkan PKL malabar ini. Karena sebelum diresmikan tentu bikin waswas karena takut ada pengamanan. Sekarang sudah enak karena diizinkan," ujarnya.  

Marketing Manager RTD Tea & Juice PT Mayora Indah Tbk Erick Harijanto, menuturkan, pihaknya sengaja turut membangun UMKM di Indonesia khususnya di Kota Bandung. Projek nasional ini telah menata PKL di 14 titik se-Indonesia, yaitu Jakarta, Cirebon, Bandung, dan lain-lain.  

"Kami mendukung program pemerintah supaya UMKM di negeri ini berkembang. Kami support pengadaan infrastruktur, branding, dan wilayah agar layak dan nyaman," katanya.

Mayora Grup melalui Teh Pucuk Harum berkolaborasi dengan Asosiasi Pekerja dan Pedagang Kaki Lima (APPKL) dan Dinas KUKM Kota Bandung merelokasi para pelaku UMKM di bidang kuliner supaya lebih layak dan nyaman. Hal ini karena PKL kerap menjadi masalah ruang publik kota Bandung.

Kota Bandung, kata Erick, dipilih karena terkenal dengan kuliner, udara yang sejuk, dan suasana nyaman. Bandung juga menjadi salah satu kota yang paling banyak diminati oleh para penikmat kuliner.

"Sampai 2018 baru 14 titik. Target sambil jalan kurang lebih 20 titik sampai akhir tahun. Sesuai pesan Pak Wali, masih banyak juga yang harus dikejar," ujarnya.  

Teh Pucuk Harum Food Street Valkenet Malabar menyediakan aneka ragam kuliner mulai dari makanan basah dari binaan UMKM kelurahan, makanan berat, sampai minuman dingin dan kopi. Sebanyak 18 PKL berdagang di sepanjang Jalan Malabar, Taman Pers. Destinasi kuliner baru ini dibuka dari pukul 08.00 sampai 17.00 WIB.

AYO BACA : Asyiknya Bersantap Kuliner Mancanegara di Ibis Styles Braga

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar