Yamaha NMax

Mengintip Keberadaan Kampung 200 di 'Lereng Bukit' Cikapundung

  Rabu, 24 Oktober 2018   Adi Ginanjar Maulana
Pemandangan padatnya Kampung 200 yang terletak di Kelurahan Dago Kecamatan Coblong Kota Bandung.(Reza Anugrah)

Kampung 200 merupakan sebutan bagi daerah padat penduduk di Kota Bandung yang dibangun pada lereng bukit dengan kemiringan lahan lebih dari 30 derajat di tepian Sungai Cikapundung.

Kampung 200 merupakan kampung yang terbentuk akibat penggusuran pedagang kaki lima di Sasana Budaya Ganesha belasan tahun lalu oleh pihak ITB.

Nama Kampung 200  berawal dari upah yag diberikan pihak ITB  kepada warga sebanyak Rp200.000 untuk membangun rumah mereka yang terkena penggusuran.

Sebelum menjadi kampung pelangi saat ini, Kampung 200 sudah sering dikunjungi para pehobi fotografi.

Perkampungan yang dibentuk di atas lereng menjadikan kampung ini terlihat bertumpuk.

Jika ke sana, Anda harus berjalan kaki terlebih dahulu menuju jalan kecil yang berada tepat di samping Teras Cikapundung.

Meskipun harus berjalan kaki, kita akan disuguhi lingkungan yang masih sangat asri, disepanjang perjalanan terdapat sungai kecil yang berujung Sungai Cikapundung.

Di sana ada sebuah jembatan yang digunakan untuk menghubungkan aktivitas warga ke kampung lainnya seperti Kampung Sapu Lidi.

Tak hanya itu, warga pun memanfaatkan aliran Sungai Cikapundung untuk mencuci, mencari ikan, dan melakukan aktivitas lainnya.

Saat ini Kampung 200 menjadi salah satu destinasi wisata bagi warga Kota Bandung maupun luar.

Reza Anugrah

Mahasiswa Jurnalistik UIN Bandung

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar