Mengenal Adat dan Budaya Masyarakat di Kampung Ciptagelar

  Rabu, 24 Oktober 2018   Adi Ginanjar Maulana   Netizen
Kampung Ciptagelar

Jawa Barat terkenal dengan banyaknya kampung adat yang berada di pelosok. Salah satunya Kampung Adat Ciptagelar di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Kampung adat Ciptagelar berjarak 203 kilometer dari kantor Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Masyarakat yang tinggal di kampung tersebut biasa disebut masyarakat kesepuhan.

Istilah kesepuhan berasal dari kata sepuh dari bahasa Sunda yang memiliki arti tua.

Sebutan kesepuhan ini pun menunjukkan model sistem pemerintahan yang dijalankan berasaskan kebiasaan para orang tua.

Dalam sistem pemerintahannya, ketua adat kampung dibantu baris kolot atau kepala urusan untuk membantu pekerjaan.

Baris kolot terdiri atas masyarakat setempat yang menerima tugasnya secara turun-menurun. Apabila dia tidak menerima tugasnya maka orang tersebut akan mendapatkan kualat menurut kepercayaan mereka.

Kampung Adat Ciptagelar masih terus mengikuti kepercayaan dan kebiasaan para leluhurnya dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari.

Seperti pakaian yang dikenakan masyarakat setempat, para lelaki diharuskan memakai ikat kepala dan perempuan memakai samping sebagai ciri perbedaan jenis kelamin.

Terdapat upacara-upacara adat yang diselenggarakan masyarakat sebagai bentuk kepercayaan hidup. Salah satu upacara adat yang sering diselenggarakan yaitu ritual selamatan pada saat tanggal 14 bulan purnama.

Selain upacara adat, masyarakat sangat patuh terhadap aturan dan ritual yang harus dilaksanakan saat proses menanam hingga panen padi.

Menurut kepercayaan, padi merupakan sumber kehidupan paling utama bagi masyarakat setempat.

Kampung adat Ciptagelar berhasil membangun sendiri saluran televisi dan radio yang mereka gunakan sebagai salah satu alat komunikasi masyarakat setempat.

Selain sebagai alat komunikasi, masyarakat juga merasa terhibur dengan hadirnya televisi dan radio yang ada.

Saluran radio dan televisi tersebut hanya menyiarkan informasi atau hiburan seputar Ciptagelar.

Saat ini masyarakat kesepuhan Ciptagelar terus mengembangkan potensi dari generasi penerus untuk mempertahankan dan mengembangkan kemajuan teknologi, tanpa harus menghilangkan kepercayaan yang mereka yakini.

Reyva Nabila Fatimah

Mahasiswa Jurnalistik UIN SGD Bandung

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar