Yamaha Mio S

IoT Goes to Market Hadir di Bandung

  Rabu, 24 Oktober 2018   Rizma Riyandi
Para pegiat IoT. (Istimewa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Indonesia IoT Forum akan menyelenggarakan kampanye IoT Goes to Market di lima kota di Indonesia. Bandung menjadi kota pertama berlangsungnya kegiatan focus group discussion bagi para pelaku industri dan workshop bagi para makers di Jawa Barat.

Founder Indonesia IoT Forum Teguh Prasetya mengatakan, industri Internet of Things (IoT) di Indonesia saat ini mulai tumbuh. Para pemain IoT memanfaatkan berbagai teknologi dan frekuensi yang sudah dapat digunakan, baik licensed maupun unlicensed sembari menunggu aturan alokasi frekuensi nonseluler dari regulator.  

“Tahun ini operator seluler sudah meluncurkan jaringan NB–IoT untuk mendukung berbagai solusi IoT di Indonesia yang dapat dimanfaatkan oleh masyakarat, khususnya korporasi untuk memaksimalkan proses bisnis mereka,” ujarnya di Bandung, hari ini.

AYO BACA : Ayo Baca! Ini 3 Berita Populer Rabu 24 Oktober

Tahun ini, Indonesia IoT Forum memulai kampanye IoT Goes to Market yang berisi berbagai kegiatan yang mengedukasi, melihat potensi bisnis, dan menggali kemampuan para makers di daerah.

Lima kota kampanye IoT Goes to Market 2018 yaitu Bandung, Bali, Jakarta, Medan, dan Yogyakarta dengan dukungan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perindustrian, serta Badan Ekonomi Kreatif.

Kegiatan workshop NB–IoT bagi para makers hari ini berfokus pada devkit NB–IoT. Peserta berkesempatan untuk melakukan eksplorasi lebih jauh dengan hands–on hingga mencoba menjalankan karya mereka di jaringan NB-IoT yang disediakan oleh Telkomsel.

Dari puluhan tim yang terdaftar, sebanyak 11 tim terpilih mengikuti kegiatan ini. Teguh menambahkan, peserta workshop kali ini difokuskan pada mereka yang sudah pernah membuat solusi terkait dengan IoT sebelumnya sehingga nanti bisa dibawa ke tahap pengembangan selanjutnya dan menjadi produk yang siap diserap pasar.

Direktur Penataan Sumber Daya Ditjen SDPPI Kemkominfo Denny Setiawan mengatakan, IoT di Indonesia sudah dapat digunakan di berbagai sektor, mulai dari industri manufaktur, perkebunan, kota cerdas, logistik, gedung pintar (smart building), hingga energi.

“Kami tantang para makers di sini untuk membuat produk yang bisa menjadi solusi dari pemasalahan yang ada. Jangan lupa, dalam tim harus ada orang yang bisnis, jangan semuanya teknis, agar barangnya bisa di jual ke pasar,” ujarnya.

Direktur Industri Elektronika dan Telematika Ditjen ILMATE Kementerian Perindustrian Achmad Rodjih dalam kesempatan terpisah menambahkan, perlunya mengumpulkan data kebutuhan industri untuk dapat dikomunikasikan dengan makers lokal.

“Kami dorong para pelaku industri untuk memanfaatkan solusi yang ada di dalam negeri. Tentu saja solusi yang ada sesuai dengan kebutuhan sehingga dapat menciptakan proses bisnis yang lebih efisien dan efektif,” ujarnya.

AYO BACA : Bandung Baheula: Sumur Bandung, Sumur yang Dikeramatkan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar