Yamaha

BERITA PILIHAN: Praperadilan SP3 Habib Rizieq Ditolak

  Rabu, 24 Oktober 2018   Rizma Riyandi
Sejumlah massa dari Front Pembela Islam (FPI) sujud syukur atas ditolaknya gugatan praperadilan atas penerbitan SP3 Rizieq Shihab terkait kasus penistaan Pancasila yang dilayangkan oleh Sukmawati Soekarnoputri di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan RE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (23/10/2018). Hakim menyatakan SP3 yang diterbitkan oleh Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Kepolisian Jawa Barat pada Febuari 2018, sah karena tidak memiliki alat bukti yang kuat. (Irfan Al-Faritsi/Ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Massa Front Pembela Islam bernapas lega usai hakim membacakan putusan sidang praperadilan SP3 Habib Rizieq atas kasus penistaan Pancasila yang dilayangkan Sukmawati, Selasa (23/10/2018).

Hakim tunggal Muhammad Razad memutuskan permohonan surat perintah penyidikan tidak disetujui lantaran tidak cukup bukti. Bidang Hukum Polda Jabar Atang Hermana menyebutkan, bukti-bukti yang selama ini diajukan tidak cukup kuat.

"SP3 dari Polda Jabar dinyatakan sah, karena memang sudah lama tak ada cukup bukti," kata Kepala Bidang Hukum Polda Jabar Atang Hermana Atang usai putusan persidangan.

Usai putusan dibacakan, seluruh massa di ruang sidang 1 bergabung dengan massa di depan PN sembari menyanyikan selawat. Mereka pun menyuarakan apresiasi dan rasa terima kasih kepada PN Bandung atas putusannya. Orator FPI juga menegaskan dalam orasinya mereka tidak pernah ada komunikasi apapun dengan hakim.

AYO BACA : Hakim Tolak Sidang Praperadilan Sukmawati

Sementara itu, Tim Kuasa Hukum FPI Icwan Tuan Kota mengapresiasi keputusan hakim tunggal, Muhammad Razzad, yang menolak pengajuan praperadilan Sukmawati dalam advokasi penodaan pancasila.

"Kita menunggu, sifatnya pasif, entah mau mengajukan banding kah atau apakah silakan. Kita pasif. Pada saat mereka mengajukan hal-hal tertentu kita akan melakukan perlawanan," kata Icwan.

Ia menegaskan catatan perkara soal Busuk yang berkaitan dengan konde, hijab, dan cadar dari puisi Ibu Indonesia Sukmawati sedang diminta untuk diproses di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Kita minta hakim di sana bisa bersifat adil dalam memutuskan perkara ini. Dan akan melanjutkan prosesnya karena beda dengan perkara HRS ya," ujarnya.  

AYO BACA : Sukmawati Merasa Terganggu dengan Kegaduhan di Pengadilan

Perkara Busuk, katanya, belum sama sekali dipanggil atau diperiksa. Sedangkan perkara HRS sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Kita sudah hadir taat hukum beberapa kali ke Polda. Ini ada kejanggalan, makanya kita mengajukan praperadilan lagi kasus tentang perkara Busuk di PN Jaksel," kata dia.  

Perkara pidana praperadilan yang dimohonkan oleh Sukmawati atas sah atau tidaknya penghentian penyidikan Polda Jabar terhadap Muhammad Rizieq Shihab diputus oleh Hakim tunggal Muhammad Razzad.

Perkara tersebut terdaftar dengan nomor 28/Pid.pra/2018/PN Bdg dan telah diputus Pengadilan Negeri Bandung.

Hakim  menolak permohonan praperadilan pemohon dan menyatakan bahwa penghentian penyidikan terhadap laporan polisi nomor LP/1077/X/2016/Bareskrim tertanggal 27 Oktober 2016 adalah sah menurut hukum, serta membebankan biaya perkara kepada pemohon.

AYO BACA : Klaim SP3 Sah, Pendukung Habib Rizieq Minta Hakim Tolak Praperadilan Sukmawati

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE