Yamaha Lexi

Masuk Musim Penghujan, Waspada Bencana Ini

  Selasa, 23 Oktober 2018   Mildan Abdalloh
(Ilustrasi Pixabay)

RANCAEKEK, AYOBANDUNG.COM--Sebagian besar bencana kerap terjadi saat musim penghujan sehingga masyarakat harus selalu waspada.

Kepala Badan SAR Nasional Jawa Barat Deden Ridwansyah mengatakan, ada tiga bencana yang harus diwaspadai saat musim penghujan. "Kami imbau masyarakat untuk waspada akan adanya pohon tumbang, banjir, dan tanah longsor," tutur Deden, Selasa (23/10/2018).

Imbauan waspada  tersebut, kata Deden, karena saat musim penghujan, tiga bencana itu kerap tejadi di seluruh wilayah Jawa Barat.

Dia mencontohkan, walaupun hujan baru turun dalam beberapa hari, namun pohon tumbang telah terjadi di beberapa tempat dalam satu pekan terakhir. "Memang tidak ada korban jiwa," ujarnya.

Banjir merupakan bencana yang juga patut diwaspadai. Sejumlah daerah di Jawa Barat kerap dilanda banjir saat musim penghujan.

Begitu juga dengan longsor, bencana yang masuk dalam kategori pergerakan tanah ini sering terjadi. Terutama di daerah-daerah pegunungan atau lereng. Longsor merupakan bencana yang cukup banyak memakan korban jiwa sehingga proses evakuasi diperlukan untuk mencari koban.

"Akhir tahun ini BASARNAS Jawa Barat akan menyiagakan pasukan untuk penanganan pohon tumbang, banjir, dan tanah longsor agar proses pertolongan dilaksanakan secara cepat dan benar," katanya.

AYO BACA : Basarnas Berencana Bangun Pos Terdepan Potensi Bencana

Deden mengatakan, jika ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan, bisa menghubungi nomor (022) 7780437. Nomor tersebut akan aktif selama 24 jam dan bebas biaya panggilan.

Salah satu daerah yang rawan terhadap bencana longsor dan banjir adalah Kabupaten Bandung. Kawasan selatan seperti Dayeuhkolot, Baleendah, Bojongsoang, Majalaya, dan Rancaekek, selalu mengalami banjir hebat. Biasanya, banjir tejadi saat puncak musim penghujan.

Pemerintah saat ini tengah membangun danau retensi di Kampung Cieuntung, Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah. Danau tersebut diharapkan bisa mengurangi bahkan menyelesaikan masalah banjir.

Selain danau retensi, direncanakan juga pembangunan tunel di Curug Jompong, supaya air bisa mengalir dengan lancar.

Longsor juga kerap terjadi di Kabupaten Bandung. Sejumlah kejadian besar pernah terjadi dan memakan korban jiwa tidak sedikit di daerah tersebut.

Setidaknya, dalam lima tahun terakhir, dua kejadian longsor besar memakan korban jiwa cukup banyak, seperti di Pangalengan beberapa tahun silam yang menyebabkan belasan orang meninggal dunia.

Longsor yang terjadi di Kampung Cibitung, Desa Margamukti, Pangalengan pada 2015 tersebut terbilang sangat besar. Luasnya lokasi pencarian membuat pemerintah menetapkan status tanggap darurat benca.

Proses pencarian korban juga cukup lama, bahkan satu orang korban tidak ditemukan setelah proses pencarian dilakukan selama 15 hari.

AYO BACA : Musim Hujan Basarnas Siaga

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar