Yamaha Lexi

Hotel dan Restoran di Bandung Barat Banyak Mengemplang Pajak

  Selasa, 23 Oktober 2018   Mildan Abdalloh
Ilustrasi. (pixabay.com)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM--Hotel dan restoran di Kabupaten Bandung Barat banyak yang tidak taat membayar pajak. Sesuai dengan aturan, hotel dan restoran diwajibkan membayar pajak pendapatan setiap bulan. Namun, kebanyakan pelaku usaha bidang tersebut membayar pajak secara flat.

Kepala Bidang Pajak Daerah Satu pada BPKAD Kabupaten Bandung Barat Hasanudin mengatakan, hotel dan restoran harus membayar pajak sesuai dengan pendapatannya. Namun di lapangan disinyalir pelaku usaha hotel dan restoran banyak yang membayar pajak tidak sesuai dengan aturan.

Dia mencontohkan, salah satu rumah makan di Cipatat  hanya membayar pajak sebesar Rp1.000.000 setiap bulannya. 

"Padahal jika dihitung, kewajiban pajaknya mencapai Rp58 juta," tutur Hasanudin, Selasa (23/10/2018).

Modus serupa juga dilakukan oleh pengelola hotel. Hasanudin mencontohkan dua hotel di Lembang hanya membayar pajak Rp2 juta tiap bulan. Padahal, jumlah pajak yang seharus dibayar dimungkinkan jauh lebih besar.

Pasalnya, perhitungan pajak hotel dan restoran berdasarkan pendapatan kotor, bukan berdasar keuntungan. Artinya, jika setiap bulan rata-rata membayar pajak antara Rp1juta-Rp2juta, maka pendapatan hotel dan restoran hanya berkisar Rp10 juta-Rp20 juta.

AYO BACA : Lima Hotel Tematik di Bandung yang Instagramable Punya

Secara logika, bagi hotel dengan pendapatan Rp20 juta, maka dipastikan akan mengalami kerugian. Mengingat satu hotel dan restoran mempunyai karyawan lebih dari lima orang yang mempunyai gaji sampai 2,5 juta. Jika pendapatan setiap bulan hanya Rp20 juta, maka akan habis untuk menggaji karyawan.

Hasanudin melanjutkan, wajib pajak hotel dan restoran yang tercatat di BPKAD KBB totalnya ada sebanyak 404, terdiri atas 160 kafe, katering, restoran, dan rumah makan, serta 244 hotel, vila, dan bungalow.

"Kami sudah berupaya untuk menerapkan sistem pajak online ini ke WP baik hotel dan restoran. Tapi, tidak semua pengelola mau menerapkan sistem online tersebut karena banyak dari WP yang merasa nyaman dengan sistem pembayaran manual yang selama ini mereka pergunakan," katanya

BPKAD akan menempelkan media peringatan di sejumlah hotel dan restoran yang diduga tidak membayar pajak sebagaimana mestinya.

"Sejak lima tahun ke belakang hingga sekarang tidak ada tindakan tegas hanya sekedar surat peringatan, sehingga wajib pajak tidak jera," katanya.

Dengan cara menempelkan media peringatan, diharapkan pengelola hotel dan restoran bisa membayar pajak secara benar.

Dia mencontohkan, salah satu hotel yang telah ditempel media peringatan, langsung membayar pajak yang besar. Bahkan, dari biasa hanya membayar Rp2 juta, hotel di Lembang tersebut langsung membayar pajak sebesar Rp58 juta.

AYO BACA : Intip Keunikan Hotel Tertua di Dunia

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar