Yamaha Mio S

Generasi Milenial Harus Bisa Manfaatkan Internet of Things

  Selasa, 23 Oktober 2018   Hengky Sulaksono
Ketua Program Studi Teknik Elektro Universitas Kebangsaan, Arini Retnoningsih, menjabarkan materi tentang Internet of Things (IoT) dalam seminar bertajuk Interntet of Things: Generasi Milenial Siap Menyambut Industri 4.0 di Aula Universitas Kebangsaan, Jalan Terusan Halimun, Kota Bandung, Selasa (23/10/2018) siang. (Hengky Sulaksono/ayobandung)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Universitas Kebangsaan menggelar seminar bertajuk Internet of Things: Generasi Milenial Siap Menyambut Industri 4.0 di Aula Universitas Kebangsaan, Jalan Terusan Halimun, Kota Bandung, Selasa (23/10/2018) siang. Seminar tersebut membahas segala hal tentang IoT dan peluang bagi generasi milenial untuk memanfaatkannya di masa depan.

Ketua Program Studi Teknik Elektro Universitas Kebangsaan yang sekaligus menjadi pembicara Arini Retnoningsih mengatakan, Internet of Things (IoT) merupakan istilah baru yang belakangan muncul berbarengan dengan kehadiran era Revolusi Industri 4.0.

Konsep IoT ini pertama kali diperkenalkan oleh Dosen Massachusetts Institute of Technology (MIT), Kevin Ashton, pada 1999. Saat itu, ujar Arini, Ashton telah membayangkan IoT sebagai konsep yang secara umum menggambarkan perluasan manfaat dari konektivitas internet.

Istilah IoT terus berkembang. Saat ini IoT dipahami sebagai konsep yang menghubungkan perangkat apa pun dengan internet termasuk di antaranya mesin cuci, kompor listrik, lampu, ponsel, pompa penyiraman tanaman, bahkan bor dan rig minyak di lepas pantai.

AYO BACA : Uu: Pendidikan Keagamaan Tangkal Efek Negatif Internet

Secara sederhana, Arini menyebut IoT bisa dipahami sebagai sebuah konsep ketika segala rupa perangkat yang terkoneksi dengan internet terhubung satu sama lain. Perangkat-perangkat tersebut bisa dikendalikan dan dioperasikan dari jarak jauh melalui sebuah perangkat multiguna.

"Kita bisa memanfaatkan IoT ini untuk kepentingan kemanusiaan, kepentingan orang banyak untuk mempermudah segala sesuatu melalui IoT ini. Jadi IoT ini bisa dimanfaatkan oleh manusia mulai dari level pribadi sampai ke level satu organisasi besar, perusahaan, atau yang lainnya," kata Arini.

Sebuah prediksi yang disadur Arini menyatakan bahwa pada 2020 akan terkoneksi lebih dari 24 miliar perangkat melalui IoT. Interaksi antarperangkat yang terkoneksi dengan internet disebutkan bakal berevolusi. Secara sederhana, peran manusia dalam mengoperasikan berbagai teknologi di masa depan akan semakin terkikis.

"Ke depan itu teknologi akan semakin berkembang dimana dengan konsep IoT semuanya akan saling terkoneksi. Jadi, peran manusia lama-lama akan semakin terbatas karena adanya IoT ini," ujar Arini.

AYO BACA : Cyberchondria: Gangguan Kesehatan Mental gara-gara Internet

Era IoT bukan tanpa potensi ekses negatif sama sekali. Arini mengatakan, isu cyber security menjadi salah satu perihal yang perlu ditelaah lebih jauh. Saat semua perangkat serba terkoneksi, kerentanan perlindungan privasi atau kepemilikan data-data pribadi menjadi mengemuka.

Peretasan, kata Arini, bisa menimpa siapa saja. Menurut Arini, akan selalu ada pihak yang piawai menerobos sistem-sistem meskipun IoT digolongkan Airin sebagai sistem yang sama sekali baru. Serangan-serangan cyber security ini juga tak jarang menyasar institusi-institusi pemerintah.

"Serangan dunia maya ini sempat menghebohkan, menghancurkan data-data di lembaga pemerintah. Di kita juga ada, tapi bisa diatasi. Ini adalah konsekuensi dari cara kita berinteraksi antarperangkat atau antarnegara di era IoT," kata Arini.

Generasi milenial sebagai representasi generasi penerus bangsa, menurut Arini, harus bisa memanfaatkan peluang di era IoT. Caranya, mereka harus melakukan pelbagai inovasi teknologi di berbagai bidang untuk dimanfaatkan masyarakat.

"Generasi milenial ini harus bisa memanfaatkan peluang dari IoT ini. Dengan kemudahan teknologi yang terus berkembang di depan mata kita, generasi milenial harus didorong untuk bisa menciptakan inovasi-inovasi baru di berbagai bidang ilmu yang mereka mampu," kata dia.

AYO BACA : Rusia Bantu Perkuat Kemampuan Internet Korea Utara

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar