Yamaha Lexi

Wisokto ITB 2018, Bukan Sekadar Syukuran Wisuda

  Senin, 22 Oktober 2018   Nur Khansa Ranawati
Parade dan arak-arakan wisudawan di kampus ITB, Sabtu (20/10/2018). (Nur Khansa Ranawati/ayobandung)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM--Gelaran wisuda kampus Insitut Teknologi Bandung dari tahun ke tahun tidak pernah digelar "sekadar ada". Selalu ada iringan kemeriahan yang diselenggarakan, biasanya berupa pawai arak-arakan bagi para lulusan sarjana. 

Hal tersebut pun masih berlaku pada Wisuda Oktober alias Wisokto ITB tahun ini. Tak hanya dimeriahkan oleh pawai, Wisokto 2018 juga menggelar acara pra-event yang melibatkan para wisudawan dan mahasiswa ITB lainnya untuk berpartisipasi. 

Pra-event yang dinamai Wis The Fest tersebut digelar pada 12 dan 14 Oktober lalu.

AYO BACA : Berawal dari Iseng, Gproject Jadi Usaha Bunga Wisuda yang Merajalela

Rangkaian acaranya beragam, mulai dari pameran sejumlah karya wisudawan, pentas seni TPB, donor darah, bazar aneka makanan dan produk, garage sale, hingga parade.

"Pameran diikuti terbatas oleh beberapa wisudawan yang lebih dulu mendaftar. Ada yang berupa prototype, ada juga yang menampilkan poster penjelasan karya masing-masing," ungkap Ketua Panitia Wisokto ITB 2018, Ilham Muzakki kepada Ayobandung.com, Minggu (22/10/2018). 

Mengusung tema "Semarak Pesta Apresiasi", Wisokto tahun ini mengadaptasi berbagai festival yang ada di dunia untuk ditampilkan oleh himpunan mahasiswa sebagai nuansa parade masing-masing.

AYO BACA : Lima Hadiah Wisuda yang Anti Mainstream

Salah satu kostum parade yang menarik perhatian adalah kostum topi sombrero dan rok warna-warni dilengkapi dengan face painting hantu. Himpunan mahasiswa ini juga mengarak kepala tengkorak berukuran besar mengenakan baret khas wisudawan. 

"Tema ini diambil atas dasar bahwa festival itu sendiri merupakan simbolisme dari sebuah perayaan dan kebahagiaan, harapannya acara ini dapat menjadi momen membahagiakan bagi semua pihak yang terlibat," jelasnya.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Wisokto tahun ini digelar di luar ruangan, yakni di lapangan basket guna mempererat interaksi antara wisudawan dengan kerabat masing-masing yang hadir menyelamati.

"Syukuran wisuda kali ini konsepnya beda, biasanya di dalam gedung, sekarang kami bawa ke lapangan yang biasanya jadi tempat orang-orang berinteraksi. Harapannya satu aja sih, agar wisudawan merasa terapresiasi dengan apa yang telah kami buat," ungkapnya.

Wisuda yang diikuti sekitar 1500-an wisudawan ini sebelumnya juga dimeriahkan oleh sesi nonton film bersama yang isinya menceritakan perjalanan masuk kampus ITB hingga lulus.

AYO BACA : Epiloge 2017 : Ekshibisi Tugas Akhir Wisudawan Arsitektur

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar