Yamaha Aerox

AYO PEMUDA: Pesan Semangat Bermusik dari MTM Community

  Senin, 22 Oktober 2018   Nur Khansa Ranawati
Rivaldi Handri, personil Akustukiller sekaligus pendiri More Than Music Community. (ayobandung.com/Khansa)

 

COBLONG,AYOBANDUNG.COM--Era teknologi informasi saat ini mengubah banyak kebiasaan hidup manusia. Mulai dari cara berkirim pesan, berkomunikasi, hingga cara mengonsumsi media. Tak terkecuali cara orang menikmati musik.

Saat ini, tidak semua orang memiliki rilisan musik fisik seperti CD atau kaset. Kebanyakan generasi muda menggunakan fasilitas pemutar musik berbasis streaming yang bisa menyimpan jutaan lagu dari berbagai musisi di seluruh dunia.

Namun, hal tersebut ternyata tak sehebat yang didengar. Tidak semua musisi dapat berkembang dan meraup untung dari fasilitas tersebut.

"Dulu musisi bisa jual karyanya melalui album fisik. Kalau sekarang, karena semua serbadigital, jadinya sulit menjual karya. Memang yang mendengar lagu kita cakupannya jadi internasional, tapi mengecek penjualannya sulit," ungkap musisi sekaligus pendiri More Than Music Community, Rivaldi Handri, ketika ditemui Ayobandung.com di bilangan Dago, Jumat (19/10/18).

Hal tersebut, menurutnya, juga banyak dialami rekan musisi lainnya.

"Untuk musisi sekarang, karya itu seolah hanya jadi media promosi saja karena uangnya tidak didapat dari situ. Sekarang biasanya mengandalkan jual merchandise dan dari manggung," jelas pria yang juga merupakan personil dari duo Akustikiller.

Bahkan, banyak di antara kelompok musisi yang tengah membentuk pergerakan guna membahas dan memperjuangkan nasib pemusik.

"Banyak musisi yang memikirkan kesejahteraan musisi di Indonesia, seperti perkumpulan yang membahas bagaimana cara musisi mendapat BPJS, dan sebagainya," jelasnya.

Meskipun, ia tak menampik adanya dampak positif dari perkembangan internet terhadap produktivitas bermusik.

"Didukung dengan teknologi yang semakin canggih ini, kreativitas musisi berkembang, Tapi ya kendalanya itu tadi, melacak penjualan (album dan lagu) jadi sulit," jelasnya.

Wadah Berkarya

Membuat karya musik seseorang dikenal dan diterima masyarakat memang tidak pernah jadi perkara mudah, pun saat album rilisan fisik masih sangat diminati di zamannya.

Untuk itu, pada 2012, Rivaldi membentuk komunitas yang mempersatukan musisi-musisi baru di Kota Bandung dan sekitarnya untuk saling mendukung karya masing-masing.

AYO BACA : AYO PEMUDA: Milangkala ke-2 Hayu Maca, Tumbuhkan Literasi Anak Lewat Dongeng

"Awalnya hanya perkumpulan para musisi muda, jadi wadah untuk berpromosi. Naikin nama band juga susah, jadi kami saling promosi agar dikenal," jelasnya.

Komunitas yang dinamai More Than Music alias MTM tersebut mulanya hanya beranggotakan dua band. Lambat laun, jumlah musisi yang bergabung semakin membeludak hingga membuka cabang di sejumlah kota lain.

Kegiatannya pun beragam, mulai dari manajemen musik, menggelar acara hingga bekerja sama dengan komunitas lain untuk saling mendukung acara.

"Awalnya bukan bisnis, murni hanya saling dukung antarmusisi. Tapi lama kelamaan pergerakan juga butuh dana untuk menyokong pergerakan itu sendiri," ungkapnya.

Bahkan, kini kegiatannya pun tak terbatas bidang musik. Sudah ada 25 jenis kegiatan yang berada di bawah bendera MTM dengan lebih dari 500 anggota.

"Ternyata anggota kita juga punya banyak bakat lain. Ada yang MCmodellingdancerbroadcasting, dan sebagainya," ungkapnya.

Masing-masing kelompok kegiatan tersebut juga rutin menggelar berbagai acara.

"Event rutin kita sifatnya periodik, sempat gelar acara Silaturahmi Akustik, ada juga fashion show kecil-kecilan di Lucky Square," jelas Rivaldi.

Meski demikian, kegiatan bermusik tetaplah menjadi benang merah yang menghubungkan para anggotanya tetap kompak memperjuangkan semangat yang sama.

Pesan Semangat Bermusik

Meskipun merasakan tantangan yang cukup besar dalam memasarkan musik masing-masing, Rivaldi berharap para musisi muda tetap semangat untuk berkarya.

"Seperti apapun kondisi kalian di Kota Bandung, jangan patah semangat meskipun sekarang musisi sulit menjual karya. Saya yakin, selalu ada jalan untuk mencapai kesuksesan," pesannya.

Menurutnya, apabila seseorang belum menuai sukses di satu bidang, bukan berarti orang tersebut akan gagal pula di bidang lain.

"Bila dari sisi lagu belum berhasil, mungkin dari sisi lain bisa berkembang. Hal yang penting, jangan sampai berhenti berkarya. Dunia ini dinamis, mungkin akan ada hal-hal lain yang membuat kita sukses," pungkasnya.

AYO BACA : Bandung Pisan : Kecamatan Babakan Ciparay Punya Kampung Toleransi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar