Yamaha Mio S

Bupati Bandung: Segera Evaluasi Sekolah yang Terindikasi LGBT

  Minggu, 14 Oktober 2018   Dadi Haryadi
Bupati Bandung Dadang Naser saat menutup Lomba Tingkat (LT) I dan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) SMP IT An-ni’mah di Bumi Perkemahan Ranca Upas Ciwidey, Sabtu (13/10/2018).

SOREANG, AYOBANDUNG.COM—Seperti halnya dua sisi mata pisau, teknologi memiliki dampak positif dan negatif bagi manusia. Pesatnya perkembangan teknologi informasi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan suatu hal.

Akan tetapi, ada pula masyarakat yang menyalahgunakan teknologi, seperti terkuaknya komunitas gay pada salah-satu media sosial (medos) di kalangan pelajar.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Bandung Dadang M Naser menginstruksikan seluruh jajarannya untuk memantau dan mengevaluasi sekolah-sekolah yang disinyalir terindikasi lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

“Kami khawatir jika LGBT ini masuk di kalangan pelajar di Kabupaten Bandung. Oleh karena itu, kami sudah menginstruksikan Disdik (Dinas Pendidikan) Kabupaten Bandung dan Polres Bandung untuk memantau akun medsos yang sedang ramai digunakan pelajar, serta segera mengevaluasi sekolah-sekolah yang dicurigai ada LGBT,” paparnya setelah menutup acara Lomba Tingkat (LT) I dan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) SMP IT An-ni’mah di Bumi Perkemahan Ranca Upas Ciwidey, Sabtu (13/10/2018).

Guna meminimalisir LGBT pada usia anak, lanjut Dadang, orangtua harus memberikan pengetahuan tentang agama kepada putra-putrinya.

“Bagaimanapun rumah adalah lembaga pendidikan pertama bagi anak-anak. Maka dari itu, orangtua harus membekali putra-putrinya dengan ajaran agama yang kuat. Jika anak-anak kita paham tentang agama, mereka bisa memilih mana orang-orang yang mengajak kepada kebaikan dan mana yang memiliki dampak negatif bagi hidupnya,” jelasnya.

Bupati juga mengimbau agar guru-guru, orangtua serta masyarakat untuk selalu berkoordinasi demi menciptakan generasi muda yang berkualitas.

 “Mari kita sama-sama mengawasi pergaulan putra-putri kita. Apabila menemukan komunitas atau grup yang dirasa janggal segera laporkan kepada pihak berwajib, agar kelak anak-anak kita menjadi generasi yang berkualitas,” tegas Dadang.

Sementara di tempat berbeda, Kepala Kadisdik Juhana berpendapat gaya hidup serta ketidaktahuan anak menjadi penyebab utama adanya LGBT khususnya dikalangan anak muda.

“LGBT dapat dimaknai sebagai suatu penyimpangan prilaku seks yang keluar dari kodratnya,” ujarnya.

Di Kabupaten Bandung, tambah Juhana, belum ada laporan indikasi LGBT di kalangan pelajar. Akan tetapi pihaknya akan selalu mensosialisasikan bahaya LGBT kapada guru, pengawas dan pembina siswa melalui kegiatan sekola seperti ekstrakulikuler keagamaan, olahraga, seni, dan pramuka.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar