Yamaha Mio S

Fantria Ramdhani, Atlet Karate Pecinta Jurnalistik

  Jumat, 12 Oktober 2018   Nur Khansa Ranawati
Fantria Ayuning Dwinita Ramdhani. (Istimewa)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM--Siapa sangka gadis imut berhijab yang bernama Fantria Ayuning Dwinita Ramdhani punya keahlian "macho" yang belum tentu dapat dikuasai banyak orang, yakni karate.

Bagi Fantria, karate bukan sekadar hobi yang dilakukan saat senggang. Dara berusia 20 tahun ini menjadi atlet karate kontingen Kota Sumedang pada ajang Pekan Olahraga Daerah XIII Jawa Barat 2018. Dia bersama empat orang rekan dan seorang pelatihnya tengah berjuang di Kota Bogor.

Fantria yang masih berstatus mahasiswi jurusan Jurnalistik, UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengaku suka karate sejak SMP.

"Waktu itu tertarik ngeliat kakak latihan karate, jadi ikutan. Kelas 1 SMP baru mulai latihan," kenangnya ketika dihubungi Ayobandung.com via telepon, Jumat (12/10/2018).

Dia kemudian bergabung klub karate BKC Sumedang dan rutin menjalani latihan demi latihan hingga mampu mengikuti sejumlah perlombaan karate tingkat sekolah. Beberapa di antaranya berhasil dimenangi Fantria dam tim.

"Minimal tiap tahun ada satu kali kejuaraan yang diikuti," ungkap perempuan kelahiran 8 Januari 1998 ini.

AYO BACA : Rudy Sutedja : Cintai Film Animasi Negeri Sendiri

Kecintaannya terhadap karate berlanjut saat SMA. Bahkan, dirinya berhasil memasuki SMA 3 Sumedang melalui unjuk kemampuan karate.

"Milihnya sekolah yang ngedukung prestasi olahraga, dan akhirnya nyoba masuk pakai jalur karate," jelasnya.

Ia mengakui, menjadi atlet sekaligus pelajar bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, dirinya harus banyak menyesuaikan waktu latihan dan pertandingan dengan jadwal sekolah.

Meski demikian, hal tersebut berbuah manis. Dia dan timnya pernah berhasil menyabet gelar juara tingkat kabupaten pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2011-2012 dan 2014-2015, baik di tingkat SMP maupun SMA.

"Seneng dan bersyukur bisa berhasil menang di O2SN, hasil latihan terbayarkan dan bisa membanggakan orang tua, juga pelatih," ungkapnya.

O2SN sendiri merupakan ajang pertandingan olahraga paling bergengsi di tingkat sekolah se-Indonesia.

AYO BACA : Mengenal Saritiw, Selebgram Bandung yang Tak Malu Berlogat Sunda

Selain itu, dia juga pernah menjuarai turnamen karate internasional Batam Karate Club Open sebagai kontingen perwakilan Sumedang. Hal tersebut jugalah yang kemudian semakin membuat dirinya seolah tak bisa lepas dari dunia karate.

Memasuki bangku universitas, Fantria yang memilih berkuliah di Kota Bandung harus rela indekos. Namun, hal itu tidak lantas menghalanginya untuk rutin berlatih karate di Sumedang.

"Biasanya latihan seminggu dua sampai tiga kali, disesuaikan aja sama jadwal kuliah dan tugas. Kadang terpaksa bolos juga, tapi selalu diganti di jadwal kelas lain," ujarnya.

Kepincut Jurnalistik

Aktif latihan karate hingga menjadi atlet PORDA ternyata tidak menghalangi anak kedua dari tiga bersaudara ini untuk tetap aktif berkegiatan di kampus.

Meskipun sibuk, ia saat ini terpilih menjadi Ketua Divisi Peliputan Bandung Oke TV, sebuah unit kegiatan mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang menampung minat mahasiswa penggemar dunia jurnalistik dan broadcasting.

Ia bercerita bahwa awal mula ketertarikannya pada dunia jurnalistik diawali oleh salah satu tulisan traveling di sebuah koran. "Kayaknya asik banget gitu jadi jurnalis, bisa jalan-jalan. Tapi ternyata setelah dijalani enggak seasyik yang dibayangka sih," jelasnya seraya tertawa.

Namun, hobinya tersebut nyatanya masih menjadi cita-cita terpendam. "Aku senang ngomong di depan orang juga sih, pengen bisa jadi presenter di televisi," ungkap mahasiswi yang mengidolakan Najwa Sihab tersebut.

Ketika diminta untuk memilih antara karate dan jurnalistik, dia tetap memilih karate. "Untuk sekarang sih pilih karate," pungkasnya.

AYO BACA : Hobi Ngopi: Rocket Rockers Bikin Lagu tentang Kopi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar