Yamaha Aerox

Pemprov Jabar Dorong Festival Film Bandung Jadi Berkelas Dunia

  Jumat, 12 Oktober 2018   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Gubernur Jabar Ridwan Kamil berfoto bersama Panitia Festival Fiml Bandung (FFB), Jumat (12/10/2018)

AYO BACA : Celestial Coffee Lembang: Tidak Puas, Kopi Kembali

AYO BACA : Hobi Ngopi: Rocket Rockers Bikin Lagu tentang Kopi

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadikan Festival Film Bandung (FFB) sebagai salah satu program unggulan. FFB ditargetkan menjadi festival film bertaraf internasional.

"Saya putuskan FFB sebagai program unggulan untuk Jawa Barat. Saya juga kasih tantangan FFB ini jadi festival dunia kayak Festival Film Cannes," papar Ridwan Kamil di Gedung Sate, Jumat (12/10/2018).

Meski jadi program unggulan Jabar, Emil mengaku, tidak akan mengubah nama dari festival film para sineas lokal Bandung tersebut.

"Namanya tetap FFB  karena itu nama branding, bukan nama wilayah. Tapi karena program unggulan, nanti tempat festivalnya di Gedung Sate di pertengahan November," sambung Emil.

Mengenai persiapan menjadi festival kelas dunia, Emil mengaku masih membutuhkan beberapa perbaikan.

"Sekarang beresin dulu di lokalnya. 2019 latihan dulu, nanti 2020 ajak Asia, suatu hari naik kelas jadi festival film dunia. Tapi yang jelas akan dibantu dari Pemprov, dibikin segebyar dan seheboh mungkin," katanya.

Sementara itu, urusan bantuan dari Pemprov Jabar, Emil mengaku masih menunggu laporan panitia festival. Pasalnya operator festival murni dipegang oleh panitia FFB. Pemprov Jabar hanya sebatas birokrasi yang membantu dukungan dan pedanaan.

"Kalau bantuan, nanti gimana panitianya saja. Yang jelas, kenapa alasan saya memilih FFB jadi festival dunia karena acara ini keren. Diliput media nasional, menjadi alternatif, kadang lebih keren dari FFI, sehingga ya sudah kalau branding dan reputasinya baik kita dorong," lanjutnya.

Salah satu alasan Emil berani mengangkat FFB adalah karena kualitas para sineas lokal. Bahkan dari sektor potensi ekonomi, FFB bisa mendongkrak perekonomian daerah karena menjadi salah satu alternatif wisata.

"Makanya saya berani ke level internasional karena ujungnya kan nanti nama tempatnya menjadi terkenal. Orang datang, meninginap, belanja di sini, buang duit di sini. Ujung-ujungnya jadi meningkatkan perekonomian," ujarnya.

AYO BACA : Gabung Program Corporate JNE, Kopi Banjaran Makin di Depan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar