Yamaha Aerox

Apartemen Diduga Jadi Dalang Kekeringan di Cicendo

  Jumat, 12 Oktober 2018   Fathia Uqimul Haq
Apartemen di Kecamatan Cicendo. (ayobandung.com/Fatia Uqimul Haq)

CICENDO, AYOBANDUNG.COM--Ketua RT 11 RW 8, Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo Atit Suharti (53) menduga salah satu faktor kekeringan di wilayah tempat tinggalnya diakibatkan oleh keberadaan sebuah apartemen yang tak jauh dari permukiman warga. Setelah satu tahun berdiri, warga pun mulai merasakan dampak dari keringnya air tanah yang biasa mengalir ke rumah mereka.

Atit mengatakan, apartemen tersebut mengambil lima titik sumber air. Bahkan, warga tidak pernah mendapatkan Surat Izin Pengambilan Air dari pihak apartemen yang disetujui warga setempat.  

"Tiga tahun lalu pernah mereka ke sini dalam rangka sosialisasi pembangunan saja. Sudah, itu saja. Terus kami diberi uang Rp50 ribu rupiah per kepala keluarga," katanya, Kamis (11/10/2018).

Apartemen tersebut telah berdiri satu tahun lamanya. Sejak sosialisasi sampai hari ini, pihak apartemen tidak pernah mendatangi warga lagi.

AYO BACA : Kekurangan Air, Warga Keluhkan Pelayanan PDAM

Atit juga mengaku, warganya tidak ada yang diundang saat peluncuran apartemen. Malah, diduga hanya warga Jalan Bima yang diberikan undangan ke sana.

"Saya pernah ngomong ke satpam apartemen, katanya langsung aja ngomong ke atasan. Beda waktu saya ngomong ke satpam pabrik di sekitar sini langsung dieksekusi nanti sama atasannya pernah soal air," jelasnya.

Dia pun menyayangkan, ketika warga Jalan Industri tersebut kesusahan air, setiap hari dia melihat petugas menyirami bunga-bunga di halaman apartemen dengan selang yang cukup besar.

Atit mewakili warga RW 8 berharap supaya pihak apartemen dapat memberikan tanggung jawab sosial terhadap warga sekitar, terutama soal air.

"Supaya mereka juga bisa memenuhi soal Surat Izin Pengambilan Air dari warga, karena sampai sekarang tidak ada surat itu," katanya.

AYO BACA : Kekeringan: Warga Andalkan Situ Sipatahunan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar