Yamaha Aerox

Nama Tempat yang Mengandung Kata Ranca dan Situ Riskan Kalau Gempa

  Jumat, 12 Oktober 2018   Rahim Asyik
Grafis Gempa.(attia)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM–Nama-nama tempat di wilayah bekas Danau Purba Bandung yang mengandung kata ranca dan situ pada umumnya riskan kalau sampai terjadi gempa.

Menurut T. Bachtiar dari Masyarakat Geografi Indonesia, di wilayah bekas Danau Purba Bandung ada 18 nama tempat yang menggunakan kata situ dan sedikitnya ada 96 nama tempat yang memakai kata ranca.

Beberapa di antaranya adalah Babakan Situ, Cisitu, Situ Aksan, Situ Aras, Situ Ciparay, dan Situsaeur. “Tempat-tempat yang dulunya situ atau ranca itu pada umumnya riskan manakala terjadi gempa,” kata Bachtiar saat dihubungi Ayobandung.com, Jumat (12/10/2018).

Situasi riskan terjadi tak selalu karena adanya ancaman likuifaksi. Akan tetapi, juga karena terjadinya amplifikasi atau penguatan getaran gempa. Semakin tebal endapan danau, semakin besar pula amplifikasinya. Jadi, kalau bangunan tidak tersedot, bisa juga hancur seturut guncangan yang lebih kuat.

Sementara itu, banyak bangunan di kawasan Bandung Raya yang dibangun tidak dengan kesadaran untuk tahan terhadap guncangan gempa. Soalnya, dalam izin mendirikan bangunan pun belum dimasukkan adanya syarat kebencanaan seperti tahan guncangan gempa sekian skala Richter misalnya.

AYO BACA : Alasan Kota Bandung Rawan Likuifaksi

Berpotensi Likuifaksi

Bachtiar yang juga penulis buku Bandung Purba (Panduan Wisata Bumi) ini dimintai tanggapannya sehubungan dengan informasi adanya 10 kecamatan di Kota Bandung berpotensi likuifaksi. Informasi itu disampaikan Kepala Sub Bidang PIPW Bappelitbang Kota Bandung Andry Heru Santoso saat acara “Bandung Menjawab” di Taman Sejarah, Kamis (11/10/2018).

Menurut Andry, ke-10 kecamatan yang dimaksud adalah Bandung Kulon, Babakan Ciparay, Bojongloa Kaler, Bojongloa Kidul, Astana Anyar, Regol, Lengkong, Bandung Kidul, Kiaracondong, dan Antapani.

Menurut Andry, secara sederhana bangunan yang rentan terkena likuifaksi adalah kalau bangunan itu berdiri di atas material tanah pasir yang lepas, dengan muka air tanah yang relatif dangkal, dan berada pada daerah berpotensi gempa tinggi. Diketahui, daerah yang berkandungan kata ranca dan situ umumnya berpermukaan air tanah relatif dangkal.

Penyusutan Danau Bandung Purba

AYO BACA : 10 Kecamatan di Kota Bandung Rawan Likuifaksi

Dijelaskan Bachtiar, tempat-tempat yang berkandungan kata situ dan ranca tak lepas dari proses penyusutan air Danau Bandung Purba. Beberapa di antaranya masih berair mengingat letaknya yang berada di dataran paling rendah cekungan Bandung. Proses penyusutan sendiri berlangsung dalam waktu yang lama.

Danau Bandung Purba, kata Bachtiar, bobol di dua tempat. Di barat, bobol di Cukangrahong, selatan Rajamandala, Kabupaten Bandung Barat. Sedangkan di timur, di Curug Jompong di selatan Nanjung, di Desa Korekotok, perbatasan antara Kabupaten Bandung dengan Kabupaten Bandung Barat. 

Dalam kesempatan itu, Bachtiar menjelaskan bahwa informasi mengenai potensi terjadinya ancaman bukan untuk menakut-nakuti atau membuat resah masyarakat. Melainkan agar warga meningkatkan kewaspadaannya.

Dicontohkan dengan anak yang hendak menyeberang jalan, orang tuanya memberi tahu untuk menengok ke kiri dan ke kanan dulu sebelum menyeberang. “Yang memberi tahu tidak bisa dibilang menakut-nakuti,” kata Bachtiar.

Kesadaran akan kemungkinan terjadinya bencana justru sudah jadi kelaziman dalam penerbangan. Pramugari memberi tahu penumpang apa yang harus dilakukan kalau pesawat bermasalah.

Pilot juga mengingatkan kalau pesawat misalnya mengalami turbulensi. Sementara penumpang di dekat pintu darurat diberi penjelasan bagaimana menghadapi situasi darurat.

“Penumpang tidak merasa bahwa pemberitahuan itu untuk menakut-nakuti orang agar jangan naik pesawat, melainkan untuk berjaga-jaga dalam situasi darurat yang tidak diinginkan siapa pun,” jelas Bachtiar.

AYO BACA : Mengenal Fenomena Likuifaksi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar