Yamaha Aerox

Menristekdikti: Mahasiswa Universitas Tadulako Belajar Jarak Jauh

  Kamis, 11 Oktober 2018   Nur Khansa Ranawati
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir (tengah) memberikan penjelasan kepada awak media usai menghadiri peresmian industri-katalis pendidikan di kampus ITB, Bandung, Kamis (11/10/18). (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com)

COBLONG,AYOBANDUNG.COM -- Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir mengupayakan mahasiswa Universitas Tadulako di Palu bisa segera kembali belajar dengan sistem jarak jauh. Hal tersebut dilakukan agar aktivitas kampus dapat segera pulih. 

"Supaya Tadulako ini bisa bergerak, kami akan bekerjasama dengan universitas lain untuk belajar jarah jauh. Jangan sampai terjadi eksodus, mahasiswa semua pindah ke kampus lain," jelasnya ketika menghadiri peresmian industri-katalis pendidikan di kampus ITB, Bandung, Kamis (11/10/18). 

AYO BACA : Ini Pesan Menristekdikti di Hardiknas

Menurutnya, sistem belajar jarak jauh menjadi solusi agar para dosen di universitas lainnya tetap dapat mengajar di kampus masing-masing.

"Bisa saja mengirim tenaga pengajar, atau E-Learning. Kalau dosen di kirim ke sana, sama saja nanti menimbulkan masalah di universitas yang ditinggal," ungkapnya. 

AYO BACA : Menristekdikti Temukan Sejumlah Dosen Sebarkan Paham Radikalisme di Kampus

Ia pun menjanjikan, aktivitas Universitas Tadulako akan dimulai kembali pekan depan. Selain itu, pihaknya pun akan segera mengirim tenda sebagai kelas darurat. "Karena kampus ada yang roboh, kami kirim tenda untuk sementara. Belajar di tenda dulu," jelasnya. 

Saat ini, Kemensristekdikti tengah melakukan evaluasi dan terhadap para mahasiswa dan dosen yang terdampak gempa. 

Hingga tahun 2015, Universitas Tadulako memiliki jumlah mahasiswa sebanyak 29.525 orang, dan staff akademik sebanyak 1127 orang.

Pasca terjadinya bencana gempa dan tsunami hingga saat ini, aktivitas belajar dan mengajar masih diliburkan. Belum diketahui berapa banyak mahasiswa dan dosen yang selamat. 

AYO BACA : Menristekdikti Klaim Kehadiran Dosen Asing Menguntungkan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar