Yamaha Aerox

Sitaruna, Aplikasi Tata Ruang Berbasis Mitigasi Bencana

  Kamis, 11 Oktober 2018   Fathia Uqimul Haq
Sitaruna, Aplikasi Tata Ruang Berbasis Mitigasi Bencana. (Fathia Uqimul Haq/Ayobandung.com)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappelitbang) Kota Bandung membuat aplikasi bernama Sitaruna Bandung.

Sistem Informasi Tata Ruang Berbasis Mitigasi Bencana (Sitaruna) berisi informasi mengenai data atau peta terkait peta dasar, peta rencana tata ruang, peruntukan rumah, lokasi kawasan ruang terbuka hijau.

"Kemudian terinformasikan kawasan kerawanan bencana banjir, longsor, gempa, kemudian sesar lembang dan penentuan ruang evakuasi," katanya, Kamis (11/10/2018).

AYO BACA : Mengenal Fenomena Likuifaksi

Sitaruna masih bersifat prototipe karena baru dikembangkan selama dua bulan. Ke deoan Sitaruna akan membahas secara komprehensif seperti data-data yang diperlukan dengan skala lebih luas.

"Sudah bisa dibuka dan baru di-launching. Masyarakat bisa melihat kerawanan, dan lain sebagainya," ujarnya.

Menurutnya, Bandung merupakan kota yang mempunyai risiko bencana sebab kota ini termasuk dari 7 kota yang masuk ke 136 lokasi prioritas pengurangan bencana. 
Kota Bandung juga termasuk ke dalam 50 wilayah paling rentan dalam perubahan iklim.

AYO BACA : 10 Kecamatan di Bandung Rawan Likuifaksi

"Rentan dari bencana longsor, kebakaran, dan gempa bumi," jelasnya.

Selain itu, Kota Bandung berdekatan dengan sesar lembang sepanjang 29 kilometer di kawasan Bandung Utara. Berdasarkan penelitian, sesar lembang yang aktif ini sewaktu-waktu bergerak. Kemungkinan kekuatan gempanya bisa mencapai 6,5 sampai 7 Skala richter.  Potensi sesar ini bisa menyamai gempa di Palu yang mencapai 7 Skala richter.

Oleh karena itu, peta mitigasi bencana akan dilengkapi dengan  pemetaan daerah rawan bencana. Sehingga masyarakat yang akan membangun atau membuat kegiatan di suatu wilayah mengenal pola ruangnya seperti apa.

"Rentan terhadap bencana apa, persiapan mitigasinya bagaimana," katanya.

Andry menyebut Dinas Penataan Ruang (Distaru) sedang menyiapkan smart map untuk potensi bencana banjir, gempa, dan kebakaran. Ke depan, smart map tersebut berisi simulasi potensi bencana.

"Sitaruna Bandung bisa diakses ke website atau melalui aplikasi gawai. Harapannya aplikasi ini jadi embiro ke depan sehingga  izin semakin diperketat lewat aplikasi ini," harapnya

AYO BACA : Alasan Kota Bandung Rawan Likuifaksi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar