Yamaha Mio S

Bandung Pisan: Silsilah dan Sejarah Asep Berlian

  Kamis, 11 Oktober 2018   Rahim Asyik
Sumber: “Drama noe pohara kedjemna” dalam Sipatahoenan, 24 Juli 1934 dan Her Suganda, “Nama Jalan: Sudah Lama Diganti, Masih Tetap Nama Lama”dalam Jendela Bandung, Jakarta (Penerbit Kompas, 2008).

CIBEUNYING KIDUL, AYOBANDUNG.COM—Sejauh ini, tak ditemukan tulisan yang relatif lengkap mengenai sejarah Asep Berlian. Mungkin sekali memang tak ada orang yang tertarik menuliskannya mengingat dia bukan pejuang, pahlawan maupun orang besar.

Bedanya dari yang lain mungkin lebih pada hartanya yang melimpah. Di koran Sipatahoenan dan AID Preangerbode, nama Asep Berlian ditulis dalam kaitannya dengan berita-berita tentang pembunuhan dan perebutan warisan.

Asep memang tak terkait langsung dengan keduanya. Mungkin karena ada nama populer Asep saja sehingga berita pembunuhan dan perebutan warisan itu jadi menarik.

Kalau mau dirangkum, sejarah Asep Berlian adalah seperti berikut ini.

Nama asli Asep Berlian adalah Kiagoes Asep Abdoellah. Istrinya empat. Istri pertamanya bernama Nyi Raden Mintarsih dari Sukabumi. Istri keduanya, Nyi Ajoe Aliah berasal dari Bandung, dan istri ketiganya, Nyi Raden Komariah berasal dari Sukabumi. Dari ketiga istrinya ini Asep dikabarkan tak punya anak. Baru dari istri keempatnya, Nyi Sartika atau biasa dipanggil Nyi Ika, asal Ciamis, Asep punya keturunan. Menurut Her, nama istri keempatnya adalah Atikah Khaerani. Dari Nyi Ika ini Asep Berlian dikaruniai empat orang anak.

Meninggal Dunia Tahun 1934?

Asep adalah cucu dari Kiagoes Hadji Moehamad Tamim, asal Palembang. Wartawan senior Her Suganda menyebutnya Ki Agus Tamin, pedagang rempah-rempah. Haji Tamim ini menikah dengan seorang perempuan asal Semarang dan dikaruniai tiga orang anak. Ketiganya adalah Nyi Ajoe Hadji Djaesah, Kiagoes Hadji Abdoelsoekoer (Her menyebutnya Ki Agus Abdul Sjukur), dan Kiagoes Hadji Abdoelgani.

AYO BACA : Bandung Pisan: Sejarah Asep Berlian Versi Haryoto Kunto

Nyi Ajoe tak punya keturunan. Sementara Abdoelsoekoer punya tiga anak: Kiagoes Asep Abdoellah alias Asep Berlian, Kiagoes Moehamad Tamim alias Endang, dan Kiagoes Ascharie atau Asari. Bandingkan dengan keterangan Her yang menyebut ketiga anak Abdoelsoekoer adalah Ki Asep Abdullah Abdul Sjukur, Tamin Abdul Sjukur, dan Aschari Abdul Sjukur (lihat “Silsilah Asep Berlian”).

Adik Kiagoes Hadji Abdoelsoekoer, yakni Kiagoes Hadji Abdoelgani, punya seorang anak bernama Kiagoes Abdoelhamid yang tinggal di Moskeeweg (sekarang Jalan Dalem Kaum).

Her Suganda menyebutkan bahwa Asep Berlian meninggal tahun 1936. Informasi itu keliru. Dalam koran Sipatahoenan tanggal 21 Juli 1934 disebutkan bahwa Asep meninggal dunia beberapa bulan sebelumnya. Belum jelas apakah masih pada tahun 1934 itu juga atau sebelumnya.

Berebut Harta Warisan

Sejak 21 Juli 1934 itu nama Asep kerap disebut-sebut dalam pemberitaan. Tanggal itu memang tanggal terjadinya pembantaian di rumah Asep di Kebonkalapaweg. Dalam peristiwa itu, dua orang istri Asep meninggal dunia. Pelakunya diduga Tarmidi asal Rancaekek yang sudah lima tahun bekerja untuk Nyi Mintarsih.

Namun banyak yang mengaitkan pembunuhan itu dengan perkara perebutan harta warisan peninggalan Kiagoes Hadji Moehamad Tamim. Saat pembunuhan terjadi, perkara warisan itu masih belum diputuskan pengadilan tinggi.

Soal pembantaian ini menarik untuk dituliskan tersendiri.

Sementara itu, gugatan warisan juga dilayangkan Sartika, istri keempat Asep Berlian, pada Januari 1936. Namun kerabatnya menyebut harta Asep sudah habis. Kasus terakhir ini ditangani pengacara Idih Prawirasapoetra.

AYO BACA : Bandung Pisan: Sejarah Asep Berlian Versi Her Suganda

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar