Yamaha Aerox

Arab Saudi Didesak Buka Suara Soal Kasus Jurnalis Khashoggi

  Kamis, 11 Oktober 2018   Rizma Riyandi
A demonstrator holds picture of Saudi journalist Jamal Khashoggi during a protest in front of Saudi Arabia's consulate in Istanbul on Oct. 5, 2018. (Osman Orsal/Reuters)

ANKARA, AYOBANDUNG.COM -- Setelah Pemerintah Turki mengeluarkan pernyataan terkait pembunuhan Khashoggi, banyak pihak menuntut agar Arab Saudi buka suara tentang kebenaran hal tersebut. Pasalnya negara minyak itu menjadi pihak yang paling bertanggung jawab untuk menjelaskan peristiwa hilangnya Khashoggi.

Selain karena peristiwa yang diduga pembunuhan itu terjadi di Konsulat Arab Saudi di Ankara-Turki, Khashoggi juga merupakan warga negara Arab Saudi. Oleh karenanya, Arab Saudi tidak boleh diam begitu saja. Sebab, lambat laun kebenaran soal pembunuhan Khashoggi akan terungkap dengan sendirinya.

Meski Erdogan belum menyertakan bukti-bukti kuat soal kebenaran kasus tersebut, banyak media internasional yang telah menelusuri rekam jejak hilangnya Khashoggi. Bahkan Washington Post sudah memperoleh dan mengamati rekaman video dan bukti lain yang menunjukkan bagaimana 15 orang Arab Saudi memasuki Turki pada tanggal kejadian saat Khashoggi mengunjungi Konsulat Arab Saudi, 2 Oktober lalu.

AYO BACA : Siapakah Khashoggi Jurnalis Arab yang Hilang di Ankara?

Penerbangan pesawat pribadi Saudi yang bertolak dari Riyadh pun telah didokumentasikan. Termasuk pergerakan sejumlah orang Saudi di sekitar Istanbul. Nama dan foto 15 orang yang dicurigai itu bahkan telah diterbitkan oleh berbagai surat kabar Turki. Reuters pun menyebut, salah satu dari mereka adalah ilmuwan forensik, sementara yang lainnya merupakan perwira militer.

Sumber resmi Turki mengatakan, orang-orang tersebut diyakini telah membunuh Khashoggi dan membawa mayatnya keluar dari konsulat. Saat ini, para pejabat Turki telah menjelaskan lebih banyak bukti yang belum dirilis secara terbuka. Salah satu sumber Washington Post mengatakan orang Turki memiliki rekaman audio dari pembunuhan tersebut.

Para pejabat AS juga telah diberitahu tentang bukti pembunuhan Khashoggi. Berdasarkan laporan Washinton Post, intersep intelijen AS mengungkapkan bahwa penguasa de facto Arab Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, telah memerintahkan operasi untuk memancing Khashoggi kembali ke kerajaan dari Washington, di mana dia telah tinggal di pengasingan dan memberikan komentar di Washington Post.

AYO BACA : Situbondo Diguncang Gempa 6,4 SR

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar