Yamaha Mio S

7.200 Orang Sakit Jiwa Perlu Perawatan Intensif

  Rabu, 10 Oktober 2018   Fathia Uqimul Haq
Psikiater Unpad Teddy Hidayat (kanan) pada diskusi peringatan Hari Kesehatan Jiwa di Kebun Binatang Bandung, Rabu (10/10/2018).(Fathia/ayobandung.com)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM--Sebanyak 7.200 orang dengan gangguan jiwa dari total 72.000 orang perlu mendapatkan perawatan intensif setiap hari.

Psikiater Unpad Teddy Hidayat menyebutkan jumlah tersebut berdasarkan data Riskesdas Kemenkes RI pada 2013.

Namun, kata dia, layanan kesehatan jiwa yang terbatas memicu ODGJ mengalami kecacatan, menjadi korban kekerasan, dipasung, dan menggelandang.

Gangguan jiwa itu akibat dari berbagai faktor. Misalnya,  remaja sangat mudah mengalami depresi hingga berujung pada gangguan jiwa, katanya, pada diskusi peringatan Hari Kesehatan Jiwa di Kebun Binatang Bandung, Rabu (10/10/2018).

Menurutnya,  remaja rentan mengalami perubahan prilaku. Hal ini berakibat pada depresi, gangguan jiwa, narkotika, kekerasan, dan radikalisme yang menjadi muaranya.

Para remaja yang mengalami gangguan kejiwaan, terutama telah sampai pada titik terberat, cenderung menjadi gelandangan psikotik atau dibuang keluar dari lingkungannya.

AYO BACA : Internet Gaming Disorder, Gangguan Mental Pecandu Gim

Biasanya akibat faktor lingkungan, konsumsi obat-obatan terlarang, kekerasan yang pernah dialami, hingga kecemasan tidak bisa bersaing, jelasnya.

Sampai saat ini, kata Teddy, penanggulangan gelandangan psikotik  masih mendapat banyak kendala. Namun,  yang paling penting pemerintah dan masyarakat paham tentang gelandangan psikotik terbatas.

Penatalaksanaan dan pedoman pun belum ada koordinasi yang jelas termasuk pasca rehabilitasi. Terakhir,  belum tersedia data jumlah gelandangan psikotik dan berapa banyak yang sudah dijangkau.

Ini diperlukan penanganan yang komprehensif dengan medis dengan obat-obatan, kemudian dengan konseling dengan psikoterapi, dan perubahan lingkungan yang holistik, paparnya.

Teddy mengatakan sebaiknya Pemerintah harus menangani segera perihal ODGJ ini. Dia berharap ada program  atas kepedulian dari pemangku kebijakan yang legal seperti Perwal atau Pergub.

Kemudian disusun program yang berbasis komunitas, itu bisa dilakukan asal tinggal niatnya, ujarnya.

AYO BACA : Kenapa Pasien Sakit Jiwa Lebih Banyak Pria?

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar