Yamaha Mio S

Mengenal Tulisan Asli Korea

  Selasa, 09 Oktober 2018   Mildan Abdalloh
Aksara Hangeul.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM-- Bagi para pecinta drama korea atau K-POP, mungkin sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Hangeul. Abjad asli Korea yang diciptakan oleh Raja Sejong.

Dilansir dari visitkorea, Hangeul merupakan abjad asli Korea yang diciptakan pada 9 Oktober 1443 atau pada masa Dinasti joseon.

Awalnya, aksara yang digunakan oleh Korea adalah Hanja atau tulisan negeri Tiongkok yang diserap berdasarkan pelafalan bahasa Korea.

Namun, akses untuk mempelajari Hanja hanya terbatas bagi para bangsawan, bahkan haram hukumnya bagi masyarakat kecil untuk membaca dan menulis.

AYO BACA : Mewabahnya Budaya Korea di Kalangan Remaja

Alhasil, rakyat jelata di Korea pada zaman dahulu tidak bisa membaca dan menulis atau buta aksara.

Atas hal tersebut, Raja Sejong menciptakan aksara yang diberi nama Hangeul. Tulisan asli Korea ini terdiri dari dua hurup, Han dan Geul.

Han memiliki arti besar atau hebat, sementara Geul bermakna alfabet. Sehingga Hangeul dapat diartikan sebagai 'alfabet yang hebat'.

Hangeul pada mulanya hanya memiliki 28 huruf, namun saat ini tulisan asli korea ini memiliki 14 huruf mati dan 10 huruf hidup. Berkurangnya huruf Hangeul karena 3 konsonan dan 1 buah huruf vokal dihilangkan.

AYO BACA : Dubes Korea Kunjungi Bandung, Ini Kata Oded

Meskipun tulisan Hangeul terlihat seperti tulisan ideografik (tulisan dalam bentuk 'simbol' seperti aksara Tionghoa), Hangeul sebenarnya merupakan abjad fonetik atau alfabet, karena setiap hurufnya merupakan lambang vokal dan konsonan yang berbeda.

Selain untuk menuliskan bahasa Korea, Hangeul juga dipakai untuk bahasa suku Cia-Cia, di Sulawesi Tenggara, Indonesia.

Saat awal dikenalkan, banyak pihak yang menentang keras. Seperti kaum Yangban yang merasa takut rakyat Korea menjadi berpendidikan.
Bahkan, walaupun dianjurkan oleh Raja, tidak banyak sarjana Joseon yang mau menulis dengan Hangeul, mereka menganggap bahwa Hangeul adalah alfabet untuk wanita (eon-mun) karena sangat mudah untuk dipelajari. Para sarjana dan bangsawan yang kebanyakan kaum pria masih menggunakan hanja.

Namun, pada masa penajajahan Jepang, Hangeul menjadi bahasa pemersatu. Sampai akhirnya pada 1997 Hanguel tercatat oleh UNESCO sebagai Memory of the World. 

Sebagi bentuk penghormatan, 9 Oktober menjadi hari libur bagi warga Korea yang mana pada tanggal tersebut aksara asli Korea ini diciptakan oleh Raja pendahulu mereka.
 

AYO BACA : Ridwan Kamil Bakal Percantik Kalimalang seperti Sungai di Korea Selatan

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar