Yamaha NMax

Pengamat Sosial: Grup Gay di Medsos, Negara Bisa Rusak

  Senin, 08 Oktober 2018   Fathia Uqimul Haq
(Ilustrasi Pixabay)

SUKASARI, AYOBANDUNG.COM -- Grup gay Facebook asal Garut yang beranggotakan remaja sekolah tersebar di grup Whatsapp. Hal tersebut meresahkan masyarakat.

Pengamat sosial, Cecep Darmawan, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Menurutnya, kasus ini adalah peringatan bagi orang tua, sekolah, masyarakat, dan pemerintah bahwa penyakit ini sudah menular ke pelosok. 

AYO BACA : Setiap Pria Berpotensi Gay. Bisakah Berubah Menjadi Heteroseksual?

"Perilaku ini berujung pada merusak bangsa dan negara. Menjadi virus bagi masyarakat dan ke depan negara bisa rusak," kata Cecep, Senin (8/10/2018). 

Kurangnya perhatian sosial, keluarga, dan pengawasan di sekolah menjadi beberapa alasan perilaku gay diamini oleh sejumlah remaja. Cecep mengatakan perlu ada antisipasi untuk tindakan seperti ini. 

AYO BACA : Bersembunyi Beberapa Dekade, Barry Manilow Akhirnya Akui Dirinya Seorang Gay

"Setiap komponen harus duduk bersama, dari sekolah, tokoh adat, agama, pemerintah, kumpul di situ cari solusi terbaik. Karena menghukum bukan satu-satunya cara," kata akademisi asal Universitas Pendidikan Indonesia itu. 

Memberikan edukasi atas perilaku tersebut, lanjutnya, adalah hal yang utama. Menurutnya, hal tersebut bisa jadi pengaruh media sosial, lingkungan, dan pemerintah yang belum menyentuh persoalan ini. 

Tidak menutup kemungkinan, kota-kota lain pun memiliki kelompok gay seperti itu. Cecep menegaskan kasus itu harus segera diatasi dengan pendekatan edukasi. Mereka harus segera dibina agar tidak menjerumusi elemen lain.

"Menurut saya perlu riset yang menyatakan apakah di daerah lain ada apa enggak.   Tetapi gejalanya harus diwaspadai, Garut saja yang jauh dari ibukota sudah seperti ini. Tidak menutup kemungkinan di kota besar pun ada. Secara jumlah perlu riset mendalam," paparnya. 

Cecep menegaskan supaya pemerintah dan pihak terkait dapat menuntaskan kasus ini. Karena perilaku yang telah tersebar di media sosial dapat mengancam dan menebar virus ke generasi muda, khususnya anak-anak remaja yang aktif bermain di Facebook, instagram, whatsapp, atau twitter. 

AYO BACA : Benarkan Sebagian binatang adalah

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar